Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Bahagianya Prabowo Usai Penetapan Anies-Sandi Sebagai Pemenang Pilkada DKI 2017

06 May 2017 // 11:10 // HEADLINE, PILKADA

prabowo

JAKARTA (suarakawan.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta secara resmi telah menetapkan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur terpilih di Pilgub DKI Jakarta 2017. Anies-Sandi berhasil menang setelah bertarung di putaran kedua dengan pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, calon gubernur Anies Baswedan dan Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno ditetapkan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur terpilih. Kita ucapkan selamat, semoga beliau amanah,” kata Ketua KPU DKI Sumarno di kantor KPU Jakarta.

Perolehan suara pada putaran kedua Pilgub DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 3.240.987 atau 57,96 persen. Adapun pasangan nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 2.350.366 atau 42,04 persen.

Ketum Partai Gerinda Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya usai penetapan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebagai pemenang Pilgub DKI oleh KPU DKI Jakarta. Dalam pidato kali ini, wajah Prabowo terlihat bahagia.

Prabowo yang biasa tegas pun menyisipkan guyonan dalam pidatonya. “Saya pembicara kelima jadi agak repot karena yang baik dan bagus sudah dibicarakan. Jadi gw mau ngomong apalagi. Jangan terlalu banyak bicara, harus benar-benar hati-hati. Nanti lu nuduh gw makar gila lu ha-ha-ha. Jadi saya tidak akan bicara panjang lebar,” kata Prabowo dengan wajah ceria di Museum BI.

Prabowo melanjutkan, beberapa hari setelah ada kejelasan menang, datang Anies menemui dirinya. Tidak lama, selanjutnya Sandiaga datang menemui Prabowo.

“Mereka datang satu-satu ke saya sendiri. Tanpa saya tanya mereka bilang, Pak Prabowo tugas sudah dilaksanakan kita komitmen tidak akan kecewakan kepercayaan ini, saya kerja sepenuh hati untuk rakyat Jakarta. Itu kata Pak Anis,” lanjut mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo pun mengingatkan Anies dan Sandi dengan berbagi pengalaman. Terlebih politik di Indonesia menurut Prabowo sangat aneh dan kejam.

“Pak Anies guru besar, politik Indonesia kadang tak diajarkan di fakultas. Sandi juga bukan politisi, dia pengusaha, dua-duanya lulusan universitas terbaik,” katanya.

Selain itu, Prabowo juga menghibur para pendukung. Prabowo berhasil membuat para peserta tertawa terpingkal-pingkal. Seolah dia tengah melakukan stand up comedy.

Memakai safari warna cokelat dan peci hitam, Prabowo menceritakan bagai mana pejabat ketika menang dalam pemilihan suara. Mulai dari jalan hingga gerak-gerak menjadi lebih kaku.

“Jalan pejabat ketika menang suaranya, berbeda. Jalannya diatur,” kata Prabowo. Lucunya dia mempraktikkan bagaimana pejabat itu berjalan hingga membuka pintu mobil di atas panggung.

Tak hanya itu, Prabowo juga mengaku was-was nantinya Anies-Sandiaga menjadi pejabat sombong. “Gue was-was lu (Anies-Sandiaga) menang. Biasanya kalau menang, dulu pas jadi pejabat, dulu. Biasanya ada yang dateng bawa ini itu,” kata Prabowo.

Meski begitu, Prabowo tetap meyakini bahwa dua orang pilihannya tidak seperti itu. Sebab, Anies dan Sandiaga telah berkomitmen. Bahkan itu disampaikan langsung kepadanya setelah hasil hitung cepat menyatakan kemenangan.

“Ini alhamdulillah Anies-Sandi, saya tidak cari kekayaan dari jabatan ini. Kalau kata Pak Sandi, saya sudah cukup. Kalau Pak Anies, masih nyicil rumah,” tegasnya.

Menurut Prabowo, menjadi pemimpin wajib mencintai rakyatnya. Terutama membela rakyat lemah. Sehingga dia menunggu Anies-Sandiaga menjalankan pelbagai amanahnya selama kampanye.

“Jadi kebahagiaan tertinggi pemimpin itu cinta rakyatnya. Siap membela yang lemah, itu komitmennya mereka (Anies-Sandiaga). Kita tunggu,” terangnya. (mer/rur/

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini