Badan Diklat Pantau Perkembangan Jelang AFTA

SURABAYA (suarakawan.com) – Dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang rencananya akan dimulai pada 2015., Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Prov Jatim mulai menyiapkan calon-calon pemimpin yang kompeten dan mampu bersaing secara global.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Diklat Prov Jatim, Saiful Rachman saat membuka Diklat Kepemimpinan (Pim) Tingkat III Nasional angkatan 249 Tahun 2013 di Badan Diklat Prov Jatim.

“Dalam menghadapi AFTA 2015 dibutuhkan pemimpin (leader) yang mempunyai kompetensi siap bertarung dalam perdagangan bebas di wilayah ASEAN,” ungkap Saiful Rachman.

Untuk itu, para kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia saat ini harus mulai berpikir dan harus siap bersaing dan bertarung di kancah perdagangan bebas AFTA yang tidak lama lagi diberlakukan.

Sebab, jika tidak dipersiapkan mulai sekarang, pada saatnya AFTA mulai diberlakukan negara Indonesia akan kedodoran. Contohnya saja, pada saat perdagangan bebas AFTA Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia harus bersaing dengan TKW Filipina yang terkenal profesional. Kalau Indonesia tidak segera menyiapkan TKW yang profesional akan kalah bersaing di negeri sendiri dengan TKW Filipina.

Oleh sebab itu Badan Diklat terus memantau dan mengantisipasi perkembangan menjelang dimulai AFTA. Antisipasi Badan Diklat, pada 2014 diklat kepemimpinannya mulai Pim IV, III dan II dalam melakukan Orientasi lapangan (OL) tidak lagi di wilayah Indonesia saja tetapi ke China, Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Negara-negara tersebut dipandang sudah maju dalam perdagangan, teknologi dan industrinya. Hasil dari OL nantinya sebagai bahan kajian yang selanjutnya bisa diterapkan oleh peserta Diklat.

Kepada Bidang Diklat Kepemimpinan Badan Diklat Prov Jatim, Bagus Pujino mengatakan, Diklat Pim III Nasional diikuti oleh 40 orang pejabat eselon III dari berbagai daerah di Indonesia yakni, kabupaten Mimika, Konawe, Dogiyai, Lembata, Fak Fak Papua kemudian dari Majelis Rakyat Papua,Kabupaten Tomohon, Tanah Laut semuanya di Prov Papua. Serta dari kabupaten, Ponorogo dan Jombang.

Tujuan dilakukan Diklat Pim ini adalah meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan eselon III secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS.

Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Sementara sasaran diklat adalah bias mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan eselon III. (aca1/era)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Badan Diklat Pantau Perkembangan Jelang AFTA"