Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Babak 8 Besar Liga 2 Digelar di Tempat Netral

01 Nov 2017 // 05:21 // HEADLINE, OLAHRAGA, SEPAK BOLA

pssi

JAKARTA (suarakawan.com) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan jadwal babak delapan besar Liga 2 digelar mulai Selasa, 9 November 2017, di tempat netral.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan antara PSSI, operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan perwakilan delapan klub perempat final Liga 2 di Markas Kostrad, Jakarta, Selasa.

“Pertandingan Grup X babak delapan besar Liga 2 dilaksanakan pada tanggal 9, 12 dan 15 November 2017 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat. Sementara Grup Y dilangsungkan di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, tanggal 10, 13 dan 16 November 2017,” ujar Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi.

Delapan besar Liga 2 dibagi dalam dua grup yaitu X dan Y.

Di Grup X ada Persis Solo, PSMS Medan, Kalteng Putra dan Martapura FC. Di grup lain, Grup Y, ada PSIS Semarang, PSPS Riau, Persebaya Surabaya dan PSMP Mojokerto Putra.

Terkait alasan pemilihan Cikarang dan Bekasi menjadi lokasi netral delapan besar Liga 2, Edy mengungkapkan itu demi keamanan dan keadilan.

“Kami menunjuk Kota dan Kabupaten Bekasi menjadi tuan rumah delapan besar karena mudah diawasi dan adil bagi semua pihak. Suporter silakan datang, tetapi kalau tidak mau diatur tidak boleh masuk stadion,” tutur Edy.

Sedianya babak delapan besar Liga 2 berjalan pada 20 Oktober 2017. Namun dalam prosesnya PSSI memutuskan untuk menundanya karena terjadi beberapa kericuhan yang menimbulkan korban di babak 16 besar.

“Kami menghentikan sementara karena ada kejadian yang memakan korban. Harapannya di Liga 2 kami mau mencari pemain sepak bola terbaik, sekaligus memberikan hiburan dan tontonan kepada masyarakat. Akan tetapi ternyata terjadi persoalan kemanusiaan,” kata Edy.

Pria yang juga menjabat Panglima Kostrad ini melanjutkan, dirinya mengetahui ada beberapa pihak yang “bermain” di Liga 2 demi meraih kemenangan.

Hal ini, sebut Edy, dilakukan oleh oknum-oknum klub, wasit dan suporter.

“Saya tegaskan, kami butuh atlet dari Liga 2, bukan penjahat. Tim sukses itu dilihat dari berapa banyak pemainnya yang dipanggil ke timnas, bukan dari berapa kali juara, karena ini pembinaan,” ujar dia.

Edy pun menjamin pihaknya akan melakukan yang terbaik di delapan besar Liga 2, mulai dari keamanan hingga pengawasan performa perangkat pertandingan.

“Mengenai wasit, kami akan mengawasi dengan ketat dengan tim khusus. Lalu, kalau ada tim yang menimbulkan keributan, pertandingan akan dihentikan dan tim itu didiskualifikasi,” tutur Edy.

Tim-tim delapan besar Liga 2 tampaknya tidak keberatan dengan penyelenggaraan perempat final itu di lokasi netral. Direktur Tim Persebaya Surabaya Candra Wahyudi menyebut timnya akan tetap mendapat dukungan dari para suporter setia mereka, Bonek.

“Suporter kami cukup banyak di Jakarta dan Jawa Barat. Semoga banyak yang datang. Kalau memungkinkan, kami bisa saja memberikan transportasi bagi Bonek ke Jakarta,” tutur Candra.

Adapun usai delapan besar, semifinal dan final Liga 2 dijadwalkan masing-masing pada 22 dan 25 November 2017. (ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini