Audiensi Warga dan Pabrik Pengolah Aspal Deadlock

SURABAYA (suarakawan)-Hasil audiensi yang difasilitasi oleh Muspika Kecamatan Krembangan antara Pihak Warga Morokrembangan  dampak pencemaran dan PT Sumitama Intinusa deadlock.

Hasil ini karena kedua belah pihak tetap berpegang teguh pada tuntutan masing-masing.

Menurut Amir SH, Kuasa Hukum Warga, PT Sumitama Intinusa tidak mengindahkan hasil rekomendasi BLH Kota Surabaya tanggal 26 April, dan ijin usaha industrinya disinyalir tidak ada.

“Kami hanya ingin jawaban dari pihak pengusaha yang jujur, tentang masalah tersebut,” katanya.

Warga, lanjutnya, menilai adanya kebohongan publik yang dilakukan oleh PT Sumitama Intinusa. Dalam ijin usaha indutrinya yang diajukan ke Pemerintah Kota Surabaya yakni PT Samudera.

“Lah ini sudah jelas modus untuk mengelabui dari pihak pengusaha,” urai Amir.

Sementara, Suhartono, Komisaris Utama PT Sumitama Intinusa, menghindar saat dikonfirmasi wartawan usai pertemuan.

“Sudah dijelaskan kan tadi, tidak perlu lagi disampaikan,” kelit dia sambil menuju ke dalam mobilnya.

Namun secara terpisah, Sumarno, Camat Krembangan, mengakui belum menerima surat tembusan mengenai rekomendasi BLH Kota Surabaya.

“Nanti saya telusuri ke Pemkot maslah rekom ini, kalaupun itu ada saya tidak segan-segan untuk menutup,” terang Sumarno.(Jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *