Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Atas Saran Anas, Eks Politisi Demokrat Ramai-ramai Hijrah ke Hanura

06 Aug 2017 // 17:29 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

anas1

JAKARTA (suarakawan.com) – Loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, ramai-ramai hijrah ke Partai Hanura. Wajah-wajah yang dulu sempat getol membela Anas itu kini sering terlihat tampil di televisi berseragam Partai Hanura. Sebut saja Gede Pasek Suardika, Tridianto, dan sejumlah tokoh lainnya.

Menariknya, para loyalis Anas ini mengisi pos strategis di partai pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) tersebut. Gede Pasek Suardika menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, sementara Tridianto menjabat Wakil Sekretaris Jenderal.

Ditemui di kawasan Kuta, Tridianto mengakui langkah dia bersama teman-temannya hijrah ke Partai Hanura merupakan saran dari Anas Urbaningrum. “Saya ke Hanura atas saran dan perintah Mas Anas,” kata Tridianto, Minggu (6/7).

Ia menceritakan awal mula Anas memintanya bergabung dengan Partai Hanura. Sebelumnya, kata dia, OSO telah berkomunikasi dengan Anas Urbaningrum. OSO, Tridianto melanjutkan, ingin merangkul semua kalangan.

“Kebetulan Pak OSO dan Mas Anas kan sudah bersahabat sejak lama. Karena Pak OSO menyampaikan ingin merangkul semua golongan, maka Mas Anas kemudian mengajukan nama-nama yang diminta Pak OSO untuk mengisi struktur Partai Hanura,” jelasnya.

Beberapa nama diajukan Anas untuk mengisi jabatan strategis di partai bentukan Wiranto tersebut. Termasuk dirinya yang mengisi jabatan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura.
Tridianto mengaku senang bisa bergabung dengan Hanura. Ia berjanji akan bekerja keras merealisasikan target partai yang ingin masuk dalam jajaran top level pada Pemilu 2019.

“Karena Mas Anas yang minta, saya siap membantu utamanya bagi kader-kader muda. Saya siap bekerja keras untuk bagaimana target Partai Hanura masuk menjadi empat besar pada Pemilu 2019 dapat tercapai,” kata politisi asal Cilacap tersebut.

Tridianto sendiri mengaku kagum dan nyaman bekerja bersama OSO. Di matanya, Ketua DPD RI itu melakukan penataan Hanura dengan sangat baik. Ia mendelegasikan tugas sesuai fungsi masing-masing.

“Penataan Hanura sangat baik. Begitu dilantik semua bekerja. Sekarang sudah tahap yang sangat baik,” ujarnya.

Di sisi lain, kesediaannya bergabung dengan Hanura lantaran ia melihat partai ini tak mempraktikkan politik dinasti.

“Coba rohnya waktu Pak Wiranto menjadi Menkopolhukam tak diperkenankan merangkap jabatan, maka dilakukan pergantian kepemimpinan. Wiranto tidak menunjuk saudara atau koleganya. Tidak ada politik dinasti di sini,” tegas dia.

Tridianto berharap cita-cita kader muda seperti yang diinginkannya bisa terwujud melalui Partai Hanura. “Kita berharap di Hanura kita bisa leluasa merealisasikan cita-cita kita,” harapnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), organisasi yang didirikannya bersama Anas Urbaningrum selepas tak lagi di Partai Demokrat? Tridianto menyebut hampir seluruh kader PPI telah bergabung bersama Partai Hanura.

“90 persen kader PPI bergabung bersama Partai Hanura. PPI sendiri masih ada dan terus bergerak. PPI itu independen, tapi sekarang tentu arah perjuangan mereka untuk mendukung Partai Hanura. Arahnya sudah jelas ke sana,” kata Tridianto. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini