Asyik, Bulan Juni Ada Indonesian Eye:Fantasies & Realities

JAKARTA (suarakawan.com)-Penikmat seni Indonesia, terutama di segmen seni kontemporer akan kembali dimanjakan dengan hadirnya Indonesian Eye: Fantasies & Realities, yang dipersembahkan oleh Prudential Indonesia.

Pameran ini akan menampilkan karya-karya dari  seniman kontemporer Indonesia terpilih, baik yang baru muncul maupun yang sudah cukup terpandang. Pameran ini akan dilangsungkan di Ciputra Artpreneur Centre, Jakarta, mulai tanggal 9 Juni dan akan berlangsung selama lima minggu.

Pameran ini akan juga dilangsungkan di Saatchi Gallery, London, dan menjadi pameran besar perdana untuk seni rupa kontemporer Indonesia di Inggris. Indonesian Eye, yang diprakarsai oleh David dan Serenella Ciclitira, diselenggarakan oleh Parallel Contemporary Art, tim pemrakarsa kesuksesan pameran Korean Eye yang masih berlangsung.

Menampilkan 41 karya dari 18 seniman, Indonesian Eye: Fantasies & Realities menampilkan kombinasi seni lukisan, patung dan instalasi. Karya Heri Dono yang penuh satir ditampilkan bersama dengan lukisan karya Edo Pillu dengan komentar existentialistic tentang masyarakat Indonesia saat ini, Sementara patung karya Nindityo Adipurnomo menggunakan bahan-bahan tradisional Indonesia untuk menggambarkan pesatnya perubahan masyarakat Indonesia.

Karya seni lain dari seniman baru termasuk instalasi karya Jompet yang menampilkan bayangan  dari jaman kolonial Hindia Belanda dan karya foto Angki Purbandono yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.

Di akhir Agustus 2011, beberapa karya terpilih dari pameran di Jakarta akan ditampilkan di Saatchi Gallery, sehingga karya seni rupa kontemporer Indonesia yang kaya dan dinamis, juga dapat  dinikmati oleh khalayak internasional.

Buku “Indonesian Eye: Indonesian Contemporary Art,” yang diterbitkan oleh SKIRA akan diluncurkan juga pada saat pembukaan pameran. Dengan edit oleh Serenella Ciclitira, buku ini menampilkan lebih dari 500 karya dari 74 seniman Indonesia.

Tiga kurator Indonesia, Jim Supangkat, kritikus dan kurator dari CP Foundation, Jakarta, Asmudjo YonoIrianto, seorang kurator independen, dan Farah Wardani, Direktur Eksekutif dari Indonesian Visual Art Archive (IVAA) berkolaborasi dengan tim kurator internasional tersebut. (nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Asyik, Bulan Juni Ada Indonesian Eye:Fantasies & Realities"