Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

AS Keluar dari UNESCO, Begini Reaksi Sekjen PBB

13 Oct 2017 // 16:17 // HEADLINE, INTERNASIONAL, PERISTIWA

20120927Pidato-Presiden-PBB-260912-2

NEW YORK (suarakawan.com) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan terus bekerja dengan pemerintahan Donald Trump meskipun adanya perbedaan, kata seorang juru bicara setelah Washington mengumumkan mundur dari UNESCO.

Guterres “sangat menyesalkan” keputusan tersebut, tetapi “pada saat yang sama tentu saja kami berinteraksi sangat produktif dengan AS dalam berbagai isu melalui sejumlah organisasi dan akan terus melakukannya,” kata juru bicara Farhan Haq.

Pemerintah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan keluar dari UNESCO, menyebut badan budaya dan pendidikan PBB itu bias “anti-Israel” setelah pada Juli menunjuk kota tua Hebron sebagai situs warisan Palestina.

Juru bicara PBB tersebut tampaknya meremehkan keputusan AS untuk meninggalkan UNESCO.

“Ada kalanya ada perbedaan dalam hal ini atau masalah itu, tetapi sekretaris jenderal, seperti yang Anda lihat, bekerja sama dengan baik dengan pemerintah AS,” kata Haq.

Guterres, yang menggantikan Ban Ki-moon pada Januari, telah bekerja keras di belakang layar untuk menjalin hubungan baik dengan pemerintah AS meskipun ada pemotongan dana AS dan komentar meremehkan dari Trump tentang badan dunia tersebut.

Bulan lalu, Trump mengatakan dalam pertemuan Majelis Umum tahunan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa “belum mencapai potensi penuhnya” karena birokrasi yang membengkak dan “salah urus.”

Guterres telah berulang kali mengatakan dia ingin badan dunia tersebut memperbaiki responsnya terhadap krisis global dan beberapa diplomat mengatakan tekanan AS untuk mengurangi biaya dan memberlakukan perubahan membantu pimpinan PBB mendorong agendanya.

AS adalah kontributor keuangan nomor satu di PBB, menyumbang 28,5 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian senilai 7,3 miliar dolar AS dan 22 persen dari anggaran inti sebesar 5,4 miliar dolar AS, demikian AFP.(ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini