Argentina: Tidak ada pengujian obat pada tahun 1993

Diego Maradona

BUENOS AIRES (suarakawan.com) – Asosiasisi Sepak Bola Argentina (AFA), mengatakan hal pengujian obat untuk playoff Piala Dunia 1993 melawan Australia itu tidak diharuskan.

Diketahui, mantan pelatih nasional Argentina, Diego Maradona, mengatakan pada pekan lalu dalam sebuah wawancara televisi, bahwa pemain Argentina diberi “kopi cepat” agar menjadi lebih baik. Dan saat itu Wakil Presiden FIFA Julio Grondona mengharuskan doping kontrol untuk pemain.

Pernyataan hari Selasa lalu (31/05) oleh Asosiasi Sepakbola Argentina adalah penegasan  pertama kali secara tertulis sejak pernyataan Maradona. Pernyataan yang berjudul “kehormatan semua orang harus diselamatkan” itu menyebutkan nama Maradona yang pernah dipriksa pengawasan doping.

Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menambahkan, tes doping pada waktu itu hanya diperlukan untuk Piala Dunia itu sendiri. Dikatakan, semua pemain Argentina mengikuti aturan “untuk dihukum.”

Maradona dan Grondona saling “bermusuhan” sejak Piala Dunia 1993 dan piala Dunia lalu, saat Grondona menolak untuk memperbaharui kontrak kepelatihan Maradona dan kebijakan doping kontrol.

Sementara itu, Grondona mengakui tidak ada kontrol doping pada piala Dunia 1993, alasannya  untuk melindungi beberapa pemain.

“Sebuah kontroversi pribadi telah dihasilkan dalam beberapa hari terakhir, ketika mantan pemain besar percaya bahwa dengan pernyataan dia dapat merusak atau mencoba untuk merusak sepak bola,” katanya.(ESPN/jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Argentina: Tidak ada pengujian obat pada tahun 1993"