Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Arab Saudi Sebar Intelejen Jelang Puncak Haji

22 Aug 2017 // 14:40 // Berita & Suara Haji, HAJI, HEADLINE

wukuf

MAKKAH (suarakawan.com) – Persiapan untuk melaksanakan puncak haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah, atau Armina terus dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji daerah kerja Mekah. Sejumlah langkah guna mengantisipasi keamanan jemaah haji Indonesia di Mekah, juga sudah disiapkan.

Kepala Daker Makkah, Nasrullah Jasam menjelaskan, guna menghadapi masa puncak haji, akan dilakukan penambahan personel perlindungan jemaah (Linjam). Penambahan dengan perbantuan personel dari Madinah yang akan masuk secara bertahap mulai hari ini, Selasa (22/8).

“Petugas Madinah kita perbantukan di Mekah, karena sudah tidak ada lagi tugas di Madinah sementara ini,” kata Nasrullah di Mekah, Selasa (22/8).

Kata Nasrullah, petugas yang diperbantukan untuk perlindungan jemaah 45 orang. Terdiri dari 28 personel Linjam dan 17 dari tenaga musiman (temus). Mereka akan ditempatkan di Sektor Khusus Haram dan sektor 10 yang berada tak jauh dari Masjidil Haram.
Nasrullah yakin, jumlah ini akan meng-cover seluruh titik rawan yang ada.

Nasrullah menambahkan, otoritas keamanan Masjidil Haram juga akan mengerahkan personel intelijen, guna memberikan rasa aman dan nyaman. Personel tertutup ini juga akan ada pada titik rawan. Seperti di Sektor 10 kawasan Jarwal yang menjadi titik rawan jemaah tersesat.

“Dengan demikian, pagi, siang, sore, atau malam jemaah akan aman,” katanya.
Berkaitan dengan puncak haji yang makin dekat, Nasrullah mengimbau kepada jemaah haji untuk banyak beristirahat dan menghemat energi. Jemaah tidak perlu memaksakan diri melaksanakan salat di Masjidil Haram yang kondisinya sudah sangat padat.

Jemaah disarankan untuk menggunakan musalah yang berada dekat dengan hotel tempat tinggal mereka. Hal ini untuk mempersiapkan stamina dan kesehatan jelang pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
Nasrullah juga mengingatkan jemaah, agar meminta bantuan petugas baik yang berada di Seksus Haram, atau posko countener yang ada di Terminal Syaib Amir, jika mendapatkan masalah.

Petugas Pelaksana Pelayanan Pemulangan dan Kedatangan PPIH Daker Mekah, Jerry Risnanda menambahkan, sudah hampir 80 persen jemaah haji Indonesia tiba di Mekah. Data terakhir, sebanyak 165.287 jemaah haji dari 414 kelompok terbang (kloter) sudah berada di Mekah. Hingga saat ini, masih tersisa sebanyak 98 kloter lagi jemaah yang belum diberangkatkan dari Indonesia ke Tanah Suci.(viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini