Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Tahun 2016 sebagai upaya memperkuat dan memperkokoh jatidiri Negara RI bersama Rakyat Indonesia dengan segenap jiwa raga, bukan meletakkan ukuran keuntungan kelompok akhirnya Indonesia hanya sebagai sejarah dan tinggal nama, semoga Allah SWT melindungi & Negara Indonesia Pancasila Kita terus ada & berjalan sampai akhir hayat dikandung badan || Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Api Menyala Saat Penumpang Tengah Terlelap

05 Jul 2011 // 15:57 // DAERAH, HEADLINE

penumpang turun dari kapal

SURABAYA (suarakawan.com) – Senin pagi berkabut sebelum Subuh. Di perairan 40 mil dari pulau Sapudi. Dengan kecepatan 2400 knot, Kapal Mustika Kencana II melaju menuju Makasar. Sebagian besar penumpang terlelap tidur.

Tapi sebagian kecil tidak. Di ruang penumpang lantai atas, Ranvil dan penumpang lain duduk menikmati perjalanan. Berangan-angan  lekas pulang.

Jam di tangan menunjukkan pukul 4 pagi tepat. Tiba-tiba asap gelap muncul dari dek bawah. Semenit kemudian asap makin menghitam diikuti api yang sudah menjalar.Angan-angan Renvil buyar berganti ketakutan  . Begitu juga dengan yang lain. Semua penumpang terbangun mencoba mencari selamat.

Di ujung kapal seorang kapten berteriak menenangkan penumpang. “Tenang..tenang..tenang..tidak usah panik,” tiru Renvil kepada suarakawan.com, Selasa (05/07).

Namun demikian, penumpang tetap panik dan takut. Jeritan penumpang terdengar di sana-sini. Renvil berlari ke tempat skoci. Sementara api terus merambat. Puluhan penumpang masih berebut skoci. Sayang, rantai skoci tersendat  tak bisa diturunkan. Penumpang makin panik.”Ya untung saja sama kaptennya dipukul pakai palu sampai putus.” lanjut Renvil.

Dari kejauhan, Renvil melihat seorang laki laki nekat terjun ke laut. Dan di tempat  lain, seorang bapak melemparkan anaknya ke laut agar terhindar dari api yang terus menjalar. Untung si anak selamat. Seorang  nelayan  mendekat dan menolongnya. Kemudian diikuti penumpang lain. Di belakang kapal nelayan, juga masih ada beberapa kapal nelayan yang  menunggu penumpang Mustika Kencana yang ingin menyelamatkan diri.

Lima Menit telah berlalu. Skoci berhasil diturunkan. Renvil dan penumpang lain menjauh dari kapal yang terbakar dengan mendayung skoci. Sial, skoci bocor. Air laut masuk ke dalam. Kepanikan kembali terjadi. Dengan terburu Renvil dan lainnya terus menguras air dengan botol mineral. Meski lelah tapi terus dilakukan.

Sementara di kejauhan, api masih terus merambat kapal Mustika Kencana. Beruntung 191 jiwa yang menumpang, berhasil diselamatkan. Selasa pagi sebelum subuh. Penumpang kapal tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (bs/nas)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda