Aparat Letoy, Pemalsuan Dokumen TKI Masih Marak

Tidak ada komentar 6 views

TKI Yang tengah berunjuk rasa menuntut perbaikan perlindungan Pemerintah RI

SURABAYA (suarakawan.com)-Pemalsuan dokumen bagi calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke luar negeri sudah bukan rahasia lagi. Berita mengenai kasus ini sudah sangat marak dan anehnya masih saja terus terjadi seolah sang pelaku tak bisa tersentuh tangan hukum.

Tengoklah kasus yang dialami oleh Nr (38) eks pekerja migran Hong Kong asal Trenggalek Selatan, Jawa Timur yang karena desakan kebutuhan ekonomi akhirnya nekat berangkat ke Hong Kong.

Nr mendapat informasi mengenai pekerjaan di Hong Kong dari bibinya yang pernah bekerja di Taiwan dan Hong Kong. Atas informasi dari buliknya pula Nr mengenal Abd, seorang calo yang terkenal di daerah itu.

“Rupanya Abd sudah sangat lihai dengan urusan memalsukan dokumen calon TKI. Buktinya Nr bisa yang terakhir berijazah D2 PGMI, yang diserahkan ke PJTKI hanya SMP nya saja. Yang lebih seru lagi, dokumen KTP nya ikut dipalsukan. Nr yang sebenarnya kelahiran tahun 1973 dalam KTP palsu tersebut tercatat lahir pada tahun 1978. Artinya di mudakan 5 tahun,” papar Prapti dari Migran Institut Jawa Timur, Rabu (01/06)

Setiba di Hong Kong Nr tidak bisa langsung bekerja, dia baru dijemput majikannya setelah tinggal di agen penyalur tenaga kerja di Hong Kong selama setengah bulan. Nr dipekerjakan di sebuah keluarga kecil dengan satu anak laki-laki berumur 12 tahun di daerah Hang Hau, Hong Kong.

Sebenarnya pekerjaan Nr tidak terlalu berat. Namun yang sungguh sangat tidak dibayangkan sebelumnya adalah prilaku anak majikannya yang hiperaktif dan memiliki kelainan, dia sangat senang memukul  Nr tanpa alasan yang jelas.

Lengan Nr sering membiru karena pukulan-pukulannya dan puncaknya adalah Nr diancam akan dibabat dengan pisau daging, anak majikannya baru mengurungkan niatnya setelah Nr berteriak dan menangis sekencang-kencangnya karena ketakutan.

“Kalau sampai kena ke leher saya pastinya saya akan habis soalnya anak itu badannya sudah seperti orang dewasa dan tenaganya kuat sekali, dia terus mengayun-ayunkan pisau itu dihadapan saya dan saya sangat ketakutan sekali” kisah Nr sebagaimana di tirukan Prapti.

Nr akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari rumah majikan dan ditampung di shelter (tempat penampungan TKI yang sedang mengalami masalah) Migrant Institute Dompet Dhuafa Hong Kong.

Nr lalu menuntut majikannya untuk memberikan gaji yang belum diterimanya juga tiket untuk pulang ke Indonesia. Setelah menunggu selama 3 bulan akhirnya pengadilan Tribunal (pengadilan yang biasa menangani kasus-kasus yang dialami oleh pekerja migran di Hong Kong) mengabulkan tuntutan Nr. Nr memenangkan kasusnya.

“Nr, salah satu korban pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh calo yang mungkin saja bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Lalu sampai kapan pemalsuan dokumen bagi calon pekerja migran ini akan tetap dibiarkan oleh pemerintah?” tegas Prapti. (nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Aparat Letoy, Pemalsuan Dokumen TKI Masih Marak"