Antisipasi Laka, DPRD Minta Ada Batasan Kecepatan Bus

SURABAYA (suarakawan.com) – Untuk menghindari korban kecelakaan lagi pada perusahaan Oto (PO) Bus dan melihat sering tingginya angka kecelakaan pada Bus, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim meminta supaya ada aturan batasan kecepatan maksimum bagi kendaraan, terutama bus dan truk.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Agus Salim mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pembahasan soal peraturan pembatasan kecepatan maksimum bagi kendaraan besar, seperti bus dan truk yang melaju dijalanan.

“Kalau batas minimum kecepatan itu 60 KM/jam. Tapi, tidak ada batas maksimumnya. Ini harus ada pembatasan kecepatan maksimum, supaya bisa meminimalisir sopir yang suka ngebut saat mengendarai kendaraanya,” ujarnya di DPRD Jatim, Jumat (10/02).

Ia menambahkan dengan batasan kecepatan diharapkan para sopir Bus dan Truk tidak lagi adanya korban kecelakaan lagi.

“Dengan Pemberlakuan batasan kecepatan pada Bus pihaknya tidak ingin dengar lagi adanya korban Laka oleh Bus,” tegasnya dengan kesal.

Pihaknya juga mengaku kecewa dengan seringnya kecelakaan lalu lintas di Jatim. Setelah kecelakaan bus Restu di Jl Tol Sidoarjo merenggut tiga nyawa, bus Sumber Kencono kembali mengalami kecelakaan di Magetan dengan dua korban meningal dunia, Kamis (09/02) lalu.

“Bus Sumber Kencono sudah berulang kali mengalami kecelakaan. Harus ada langkah untuk melakukan perbaikan,” terang Agus.

Sementara itu Irwan Setiawan. Angota Komisi D DPRD Jatim ini setuju adanya batasan kecepatan maksimum bagi kendaraan yang melaju di jalanan. Selama ini, banyak sopir bus yang suka ngebut padahal jalan yang dilalui tidak kondusif untuk mengendarai kecepatan tinggi.

“Kalau di jalan tol, batas minimumnya 60 KM/jam. Sedangkan batas maksimumnya 80 Km/jam. Di jalan biasa tidak ada batas maksimun kecepatannya. Yang ada hanya batas minimumnya saja” jelas Irwan.

Dia menjelaskan, batas minimum 60 Km/jam di jalan biasa (bukan jalan tol) juga ada persyaratannya. Lebar jalan kurang lebih 8 meter dan jalan tersebut tidak boleh dilalui oleh kendaraan lokal.

“Di ruas jalan yang dilaui kecepatan maksimumnya berapa, kemudian rusa jalan lainnya kecepatannya berapa. Jadi, masing-masing ruas berbeda kecepatanya dan itu tidak masalah, tergantung kondisi jalannya” tuturnya. (aca/jto)

Ketarangan Foto : Anggota DPRD Komisi D Agus Salim (aca)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Antisipasi Laka, DPRD Minta Ada Batasan Kecepatan Bus"