Andi Nilai, Soal Hambalang itu Hanya Pemberitahuan dari Nazar

JAKARTA (suarakawan.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menegasakan tidak pernah membicarakan proyek pembangunan Wisma Atlet dan Hambalang dalam pertemuan yang terjadi di kantornya pada Januari 2010 antara dirinya dengan Ketua Komisi X DPR RI, Mahyudin, Angelina Sondakh, Nazaruddin dan Wafid Muharam. Pertemuan itu lanjut Andi hanyalah bersilaturahim karena dirinya terpilih menjadi Menteri baru dalam kabinet Indonesia bersatu.

“Pertemuan itu hanya untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya saya menjadi menteri yang baru,” kata Menteri Andi saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Muhamad Nazarudin dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/02).

Namun Menteri Andi mengakui jika Terdakwa pernah menyampaikan kepada dirinya jika Sertifikat tanah untuk proyek Sport Center di Bukit Hambalang sudah selesai. Namun menurut Andi, itu bukanlah informasi penting karena sebelumnya dia sudah mengetahui hal itu dari Sesmenpora Wafid Muharam dan Biro Umum Kemenpora.

“Saya tidak ingat persissnya apa yang dibicarakan terdakwa. Soal sertifikat itu, saya sudah tahu dari pak Sesmen. Saya tidak mengangap itu informasi . Saya kira itu hanya pemberitahuan saja,” terang Andi menjawab pertanyaan Majelis Hakim apa saja yang disampaikan terdakwa dalam pertemuan itu.

Meski tidak terlalu ingat, Andi menilai tidak ada yang istimewa dari pembicaraan terdakawa M. Nazarudin itu. Bahkan Soal sertifikat tanah di Bukit Hambalang dia menilai hanyalah pemberitahuan saja. Dalam pertemuan itu, lanjut Andi tidak ada pembicaraan proyek lain.

“Saya mengucapkan terima kasih mungkin saja. Saya tidak menanggpi secara lengkap. Yang jelas, saya tidak mengangap sebagai informasi. Saya tidak ingat kalimat-kalimat beliau. Karena saya sudah tahu dari sesmenpora. Saya tidak ingat persisnya kenapa muncul pembicaraan di pertemuan tersebut,” tandas Andi.

Sebelumnya Ketua Komisi X DPR Mahyuddin mengakui jika dirinya pernah bertemu dengan terdakwa kasus dugaan suap Proyek Pembangunan Wisma Atlet Palembang, Muhammad Nazarudin. Menurut Mahyudin pertemuan berlangsung di Kementerian Pemuda dan Olahraga lantai 10. Selain

dengan Nazar, pertemuan itu juga hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malaranggeng selaku tuan rumah dan Angelina Sondakh.

“Pernah bertemu. Pertemuan itu di Kemenpora lantai 10, seingat saya waktu itu bulan 1 tahun 2010, ada saya, Pak Menteri, terdakwa, dan Angelina Sondakh,” kata Mahyuddin saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/02) pekan lalu.

Mahyudin menjelaskan tidak yanng pentinng dalam pertemuan itu selain silaturahim memberikan ucapan selamatan karena Andi Malaranggeng menjadi Menpora yang baru dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. Inisiatif pertemuan itu lanjut Mahyudin merupakan inisiatif mereka bertiga dirinya, Nazarudin dan Angelina Sondakh.

“Saya gak ingat yang mulia karena tidak ada yang penting. Pertemuan itu hanya silaturahim saja dan mendengar cerita Pak Menteri yang suka olah raga,” tambahnya.

Berkali-kali majelis hakim menanyakan mengenai pertemuan itu Mahyudin tetap menyatakan tidak ada yang penting. Namun setelah didesak dan diberikan waktu untuk mengingat oleh Majelis Hakim akhirnya Mahyudin mengaku jika Nazar sempat membahas mengenai proyek Hambalang. “Nazar bilang, Bang sertifikat tanah 32 hektar tanah Hambalang sudah selesai. Pak Andi mendengar itu hanya bilang terima kasih,” tandasnya.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Andi Nilai, Soal Hambalang itu Hanya Pemberitahuan dari Nazar"