Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Anak Buahnya Main Narkoba, Buwas: Akan Saya Tembak Mati

23 Aug 2017 // 21:25 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

buwas

JAKARTA (suarakawan.com) – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menegaskan, dirinya akan menembak mati anak buahnya jika diketahui bermain dengan narkoba. Bahkan, ia siap ditembak apabila terlibat dengan barang haram tersebut.

“Apabila ada petugas saya yang nerima narkoba dan uang suap dari bandar narkoba, akan saya tembak mati, saya juga siap (ditembak),” tegas Budi Waseso di Gedung BNN, Jakarta Timur, Rabu (23/8).

Katanya, senjata api yang dibekali anggota untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Senjata ini disiapkan oleh negara untuk memberantas narkoba di Indonesia,” katanya.

Hal ini diutarakan Budi Waseso terkait anggotanya yang menolak disuap oleh bandar narkoba asal Malaysia sebanyak Rp 10 miliar. Di mana saat itu anggota menangkap bandar dengan barang bukti seberat 50,54 kilogram.

“Dua warga negara Malaysia ini berusaha menyuap kita petugas dengan nilai Rp 10 miliar. Sampai petugas pensiun pun mereka tidak akan punya uang sebanyak itu. Jangankan anggota, saya juga kalau pensiun nggak bakal bisa dapat segitu banyak,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan menolaknya uang Rp 10 miliar itu menandakan anggotanya taat pada hukum.

“Mana kala anggota tidak menyadari pentingnya menyelamatkan bahaya narkoba, maka dia dengan mudah menerima itu. Ini tantangan yang dihadapi di lapangan,” pungkasnya. (mer/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini