Al Quran Makna Kehidupan

Tidak ada komentar 6 views

Oleh: M. Zulfi Azwan
Sejak terbitnya kitab suci yang dimulai namanya taurat pada zaman nabi Musa a.s. sebagai titik awal peradaban kitab suci dengan landasan religi pada masanya saat itu serta situasi dan kondisi masyarakatnya sehingga sesuai(relevan) kejadian dan anugerah Allah SWT menurunkan ilham kepada nabi Musa a.s, buat hidup & kehidupan di zaman tersebut.

Dan kitab suci taurat sebagai peradabannya. Perjalanan terus berlalu terbitlah kitab suci zabur dengan nabinya Daud a.s yang memberitahukan kepada ummatnya pada masa itu atas ilham yang di dapati dari malaikat jibril atas perintah Allah SWT agar ummatnya dapat menjalankan ajaran dan perintah Allah melalui kitab suci zabur tersebut.

Walhasil tidak lama berselang muncul dan terbitlah kitab suci Injil yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa a.s untuk ummatnya. Bahwa akhirnya dari perjalanan kitab suci di atas semuanya untuk kebaikan dan petunjuk yang benar buat ummatnya masing-masing atas peradaban kitab suci yang di turunkan Allah SWT termasuk ummat Islam dengan rukun Imannya yang mempercayai kitab-kitab, tidak lain jika ditinjau semuanya sebagai landasan perjalanan dari suasana  dan situasi keadaan masa keberadaannya.
Namun dengan kebesaran Allah SWT di turunkanlah Nabi besar Muhammad SAW agar bagaimana dapat berlangsung keberadaan dari peradaban kitab suci dapat dipertahankan sepanjang masa atas kebenarannya yang tidak dapat dirubah oleh siapapun serta tidak meninggalkan zamannya melainkan tetap bergelora hidup mulai masa lalu, saat ini dan akan datang buat kehidupan seluruh ummat di muka bumi agar mengikutinya, melaksanakan ajaran2nya maupun mengamalkannya itulah Al-Qur’an, yang sangat luar biasa karena tidak ada satupun manusia dimuka bumi yang dapat merubah mulai letak garis, huruf dan kalimatnya. Inilah mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang pertama dan tiada tandingannya.

Hanya kadang manusia lupa setelah diciptakan akan kebenaran yang hakiki atas kebesaran Al-qur’an yang diciptakan Allah SWT dengan Rasulullah SAW. Tetapi timbul pertanyaan, maukah kita pelan-pelan mempelajari & mengamalkannya? Betapa hadits Rasulullah SAW antara lain mengatakan : Dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a,.ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan orang mu’min yang membaca Alqur’an seperti buah Utrujjah, baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca Al-qur’an seperti buah kurma, tidak berbau tetapi rasanya enak. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an seperti bunga raihan, baunya harum tetapi rasanya pahit. Perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzhal, tidak berbau dan rasanya pahit. (H.r. Muslim).

Alangkah indah & bahagianya sebagai ummat Rasululah SAW dapat membaca Al-Qur’an apalagi belajar memaknai dan mengamalkannya, subhanallah di dalam bulan ramadhan tempat turunnya Al-Qur’an yang suci dan mulia.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Al Quran Makna Kehidupan"