Aktivis Gelar Peringatan 15 Tahun Kudatuli

Tidak ada komentar 5 views

kudatuli

SURABAYA (suarakawan.com) – Hari Rabu ini (27/07) lima belas tahun silam terjadilah peristiwa berdarah yang dikenal dengan Kudatuli atau kerusuhan dua puluh tujuh juli.

Kudatuli adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri pada tanggal 27 Juli 1996. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat kepolisian dan TNI.
Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat. Pemerintah saat itu menuduh aktivis PRD dan organisasi sekawannya sebagai penggerak kerusuhan. Pemerintah Orde Baru kemudian memburu dan menjebloskan para aktivis PRD ke dalam penjara.

Hasil penyelidikan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sendiri mencatat 5 orang meninggal dunia, 149 orang (sipil maupun aparat) luka-luka, 136 orang ditahan. Komnas HAM juga menyimpulkan telah terjadi sejumlah pelanggaran hak asasi manusia.

Kudatuli tidak di pungkiri merupakan salah satu peristiwa yang ikut mendorong percepatan dalam perubahan sosial-politik di Indonesia. Setelah peristiwa itu, keberanian rakyat untuk melawan rezim militeristik Soeharto semakin meluas dan akhirnya berujung pada tumbangnya rezim soeharto ini oleh gerakan reformasi 98.

“Tapi sayangnya 15 tahun setelah peristiwa kudatuli, kasus tersebut juga semakin terlupakan dari benak masyarakat. Perubahan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang lebih baik yang di cita-citakan oleh korban kudatuli dan reformasi 98 ternyata makin jauh dari harapan,” ungkap Heru Krisdianto, aktivis PRD.

Oleh karena itulah, dalam rangka mengingatkan kembali peristiwa Kudatuli tersebut, Heru bersama eksponen lain seperti FAM Unair, IKohi menggelar acara refleksi peringatan 15 tahun Kudatuli.

“Acara tersebut akan kami gelar nanti malam di tandon Herman-Bimo (Pertigaan Fisip & FIB kampus B Unair) dengan aksi teatrikal, musik dan orasi. Kami tak ingin pemerinta lupa akan dosa-dosanya,” tegas alumni Fisip Unair ini.(jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Aktivis Gelar Peringatan 15 Tahun Kudatuli"