Aktivis Buruh : BLT Adalah Proses Pembodohan Rakyat!

JAKARTA (suarakawan.com) – Kenaikan harga minyak dunia yang menembus harga USD 115 per- barel lebih memantapkan niat pemerintah menaikkan harga BBM. Alasan pemerintah menaikkan BBM adalah untuk menjaga defisit anggaran yang di APBN 2012 sudah dipatok sebesar 1.5 persen PDB atau setara dengan Rp 124 T. Dengan harga miniyak di pasaran seperti itu, dipastikan defisit akan mencapai 2.2 persen

Demikian disampaikan oleh aktivis buruh, Timboel Siregar kepada suarakawan.com, beberapa saat lalu, Sabtu (03/02)

“Saya lihat Ada dua skenario pemerintah yaitu menaikkan BBM sebesar Rp 1.000 per-liter, yang akan menghemat Rp 35 T dari anggaran Rp 165 T atau naik Rp 1.500 per-liter yang akan menghemat Rp 57 T. Dengan kenaikan ini asumsi inflasi sekitar 6 sampai 7 persen” terangnya

Namun demikian, anggota Presidium Komite Aksi Jaminan Sosial ini melihat pemerintah hanya dibayang – bayangi ketakutan terhadap defisit APBN semata tanpa melihat resiko kemiskinan yang akan semakin meningkat

“Rencana kenaikan BBM membuktikan bahwa pemerintah tidak mau bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan dan mengefisienkan pengeluaran di APBN,” tandasnya

Harusnya, kata Pria berkacamata ini, pemerintah bisa meningkatkan tax ratio menjadi 14 persen dari PDB. Artinya, pajak bisa mencapai Rp.1.036 T dan berjuang keras menaikkan royalti dan pajak di perusahaan tambang

SBY harus belajar dari Kevin Ruud dan Julian Gillard di Australia yang berani menaikkan pajak perusahaan tambang. Dari sisi pengeluaran, pemerintah bisa menghemat beberapa pos seperti DAK dan belanja pemerintah dan yang lainnya

“Kalo hanya menghemat Rp 35 T atau Rp 57 T maka angka tersebut bisa diambil dari SILPA atau sisa lebih penggunaan APBN. 2011 sebesar 3 persen atau sebesar Rp 36 T plus Rp 22 T dari penghematan program di kementerian atau lembaga pemerintah ,” imbuhnya

Masih kata Timboel, asumsi inflasi 6 sampai 7 persen dengan kenaikan BBM cenderung akan lebih tinggi lagi karena kenaikan BBM akan berdampak pada biaya lain seperti TDL, pangan, transportasi. Kenaikan BBM tahun 2008 menyebabkan inflasi 11.01%. Ini artinya akan menggerus daya beli masyarakat termasuk buruh. Upah riil buruh akan semakin turun

“Kompensasi kenaikan BBM hanya utk bantuan sosial seperti BLT, merupakan proses pembodohan rakyat semata. Harus dioptimalkan sumber energi seperti batubara dan gas dalam pembangunan. Tolak kenaikan BBM,” demikian dijelaskan Timboel.(pra/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Aktivis Buruh : BLT Adalah Proses Pembodohan Rakyat!"