Akibat Rupiah Melemah, Produsen Pelumas Koreksi Target

JAKARTA (suarakawan.com) – Dampak pelemahan nilai rupiah terhadap US Dollar juga dirasakan industri pelumas nasional. Ongkos produksi membengkak karena sebagian besar pasokan bahan baku berasal dari luar negeri.

Vice President Lubricants PT Pertamina (Persero), Supriyanto Dwi Hutomo mengaku, unit yang dipimpinnya terkena dampak kurang menguntungkan dari pelemahan rupiah. Kinerja profit tahun ini pun dipastikan bakal tertekan.

“Jelas ada pengaruhnya karena 85% bahan baku produksi dibeli dengan dollar,” ujar Supriyanto kepada wartawan, Minggu (15/09).

Dia menjelaskan, produk dari unit usahanya memiliki pangsa pasar domestik. Mayoritas konsumen berasal dari kalangan industri nasional. Meski ongkos produksi naik namun, pihaknya tidak bisa menaikan harga jual produk. Malah, konsumen meminta penurunan harga.

“Konsumen kita juga ikut susah, akibat pelemahan nilai rupiah,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, pihaknya melakukan koreksi kinerja target hingga 20%. Target sendiri dicanangkan pada posisi Rp9.300/USD, sedangkan saat ini pada level Rp11.000/USD.(mad1/bay)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Akibat Rupiah Melemah, Produsen Pelumas Koreksi Target"