Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ahok Tetap Ditahan di Mako Brimob, Ini Alasannya

23 Jun 2017 // 06:19 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

images

JAKARTA (suarakawan.com) – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengatakan terpidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan tetap menjalankan sisa hukumannya di rumah tahanan Mako Brimob.

“Ini permintaan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang,” kata Noor Rachmad, seperti ditulis Jumat (23/6).

Menurut Noor Rachmad, permohonan permintaan Lapas Cipinang didasarkan atas adanya peristiwa sebelumnya, dimana ada kejadian kegaduhan diluar Lapas. Karena itu, Lapas Cipinang mengirimkan surat ke Mako Brimob agar penahanan terpidana bekas Gubernur DKI Jakarta itu tetap dilakukan di Rutan Mako Brimob.

Intinya, kata Noor, kejaksaan agung sudah membuat berita acara eksekusi terkait terpidana Ahok di LP Cipinang, namun karena ada surat dari Lapas kepada Komandan Rutan Mako Brimob, maka Ahok tidak dipindahkan. “Penempatan terpidana Ahok tetap di Mako Brimob,” kata Noor.

Noor menambahkan, pertimbangan kedepan apakah terpidana Ahok akan dipindahkan lagi atau tidak, tergantung kepada Lapas Cipinang. “Jadi, tanyakan aja ke mereka.”

Noor juga mengelak untuk menjawab ketika ditanya sah atau tidak Ahok ditahan di Rutan Mako Brimob. “Soal itu tanya ke Lapas Cipinang, Kami hanya melaksanakan putusan Pengadilan,” katanya.

Eksekusi kasus Ahok dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap atau inkrach, di mana Ahok dan JPU membatalkan banding yang mereka ajukan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Ahok divonis penjara dua tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Mei lalu. Ahok sempat ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur sebelum akhirnya dipindah ke tahanan Mako Brimob.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini