Agung Laksono: Musik Dangdut Harus Diakui UNESCO

SURABAYA (suarakawan.com) – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mendukung musik dangdut agar segera didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sebagai salah satu heritage Indonesia. Ini penting agar musik dangdut bisa diakui dunia internasional.

“Setelah batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia, kini giliran musik dangdut. Pemerintah Indonesia pun siap mendukung musik dangdut untuk diakui secara internasional,” kata Agung Laksono pada acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) di Hotel Garden Palace Surabaya, Sabtu (3/3).

Menurutnya, sebagai penguatan eksistensi maka musik dangdut ini harus diakui dunia. Tidak hanya berdampak bagi insan dangdut sendiri, namun bangsa Indonesia juga merasakan dampak positifnya. Antara lain dari unsur perekonomian maupun perdagangan.

Namun, dia menyarankan para insan musik dangdut sendiri, agar segera melakukan konsultasi pihak terkait, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kepemudaan, serta Kementerian Kesejahteraan Rakyat.

“UNESCO merupakan lembaga internasional yang memiliki aturan jelas. Sehingga usulan tersebut harus disiapkan dengan baik. Pihaknya optimistis karena musik dangdut dinilai satu-satunya kesenian asal Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PAMMI Rhoma Irama menyatakan akan terus berjuang mendaftarkan musik dangdut ke UNESCO sebagai warisan seni bangsa Indonesia. Namun, sebelum didaftarkan ke UNESCO, sesuai prosedur dangdut terlebih dahulu memiliki hak paten secara nasional.

“Dangdut itu memang milik Indonesia. Saya yang melakukan revolusi musik orkes melayu menjadi musik dangdut. Dangdut itu bagian dari budaya Indonesia, jadi kita harus mempatenkannya agar tidak diakui oleh negara lain,” tuturnya.

Saat ini, Rhoma sedang mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk mengukuhkan dangdut sebagai bagian dari budaya Indonesia, yang nantinya diakui dunia. “Saya sedang mempersiapkan untuk dibawa ke UNESCO. Biar dunia tahu kalau yang punya musik dangdut itu Indonesia,” tandasnya. (Bng/jto)

Keterangan foto: Menko Kesra Agung Laksono didampingi Rhoma Irama (dua dari kiri) saat membuka Munas PAMMI III, Sabtu (3/3) siang. (Bng)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Agung Laksono: Musik Dangdut Harus Diakui UNESCO"