Ada Apa Dengan Pendidikan Kita ?

Tidak ada komentar 11 views

mendiknas m. nuh saat mengunjungi sdn gadel 2

SURABAYA  (suarakawan.com) -Diungkapnya kasus contek massal di SDN Gadel 2 Surabaya memang benar-benar mencoreng muka Kota Surabaya, bahkan wajah pendidikan di Indonesia.

Kasus yang bisa dikatakan memalukan itu, memang sempat menyita perhatian publik ditengah gencarnya pemberitaan soal Nasaruddin dibeberapa televisi nasional dan adanya pengalihan isu tentang “ketidakjujuran” dalam proses ujian nasional.

Dalam penanganan kasus ini, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional tergolong sangat cepat meresponnya dibanding kasus-kasus lain yang mendera negeri ini.

Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan Nasional bahkan turun langsung menemui Siami, ibu dari AL yang menjadi ‘korban’ keegoisan para pahlawan tanpa balas jasa untuk mendongkrak sebuah prestasi dan bahkan menyumbang sarana untuk SDN Gadel 2.

“Memang aneh, meski sudah terbukti bersalah karena telah merancang sedemikian rupa agar ada sistem contek massal, warga tetap mendukungnya. Tapi itulah sebuah bentuk kepedulian yang diberikan warga bagi sang pahlawan tanpa tanda jasa tersebut,” ujar Hermawan Sulistyo, Budayawan, saat dihubungi Suarakawan.com melalui selulernya, Senin pagi (20/06).

Terlepas dari itu semua, lanjut dia, peran walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam penyelesaian kasus ini tak terhirup baunya sama sekali. Khususnya dalam mendamaikan warga gadel dengan Siami, ibu AL yang sudah diusir warga seperti sinetron yang berceritakan ibu tiri mengusir anak tirinya.

“Seharusnya Walikota Surabaya itu, ikut andil dan terjun langsung ke Gadel menenangkan warganya yang sedang dilanda emosi, agar bisa tenang dan berfikiran positif, bahwa yang dilakukannya adalah tak baik atau tidak benar,” imbuhnya.

Hermawan menambahkan, sebab bagaimana pun, Siami telah berkorban untuk membongkar sebuah ketidakjujuran dalam dunia pendidikan kita.

Diketahui, Walikota Surabaya Tri Rismaharini hanya memberikan umpan kekisruhan berupa sanksi tegas kepada kepala sekolah dan dua orang wali kelas.

Lalu dimana peran dan aksi walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk meredam kemaran warga Gadel terhadap Siami?. Yang terlihat hanyalah beberapa anggota DPRD Surabaya yang menjenguk, yang intinya tak lebih hanyalah untuk mendongkrak popularitasnya, agar pada pemilu 2014 nanti mereka terpilih kembali.

Kenapa juga harus Menteri Pendidikan Nasional M Nuh yang justru yang blusukan ke Benjeng Gresik untuk memberikan semangat Siami, si whistleblower hingga kini masih mengungsi di rumah orang tuanya di Benjeng Kabupaten Gresik. Kenapa bukan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang turun.

Kabarnya, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, sengaja mengambil momentum Siami yang mengungkap tentang contek massal untuk menutupi “bobroknya” sistem ujian nasional tahun ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, adanya dugaan mark up proses pencetakan naskah ujian nasional di Jawa Timur dan isunya masih dalam penyelidikan Kejati Jawa Timur.(Jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ada Apa Dengan Pendidikan Kita ?"