ADA APA DENGAN KBS: Sikap Keras Walikota Tentang KBS Dipengaruhi Oleh Staf Ahlinya

SURABAYA (suarakawan.com) – Sikap Pemkot Surabaya yang memaksakan UPTD sebagai pengelolah Kebun Binatang Surabaya sangat bertentangan Permenhut 53/2006 tentang lembaga konservasi.

Meskipun sudah mengetahui melanggar permenhut Walikota Surabaya tetap bersih keras mengelolah KBS.

Mengenai sikap Walikota tersebut suarakawan.com melakukan investigasi mendalam tentang hal tersebut.

Pada Kamis (16/02) malam suarakawan.com menemui sumber yang mengetahui penyebab sikap Walikota tersebut.

Sumber tersebut memaparkan pada awalnya saat era Walikota Bambang DH sudah melakukan komunikasi tentang konsep KBS ke depan.

Disaat Walikota Bambang DH habis masa jabatannya maka pihak TPS KBS disarankan berkomunikasi dengan Walikota Tri Rismaharini. Namun sayang, jawaban supaya menyarankan agar dibicarakan dengan staf ahlinya berinisial DR.

Di Saat melakukan komunikasi itu DR menarik ulur komunikasi TPS KBS.

Karena merasa dikesampingkan, Dirjen KKH Kemnehut bersama Tony Sumampouw dan beberapa pengurus PKBSI melakukan audience dengan Walikota Surabaya Tri Rismahirini di ruang kerjanya.

“Kami lakukan audience tersebut pada bulan april 2010,” kata sumber tersebut.

Dan pada saat itulah, lanjutnya, Bu Walikota merenung sejenak dengan untuk mengambil sikap. Nah, sehari kemudian Pak Tony (Ketua TPS KBS, red) memutuskan untuk menggandeng dan menyerahkan pengelolaan ke Pemkot Surabaya.

Setelah ada keputusan pengelolaan untuk diserahkan kepada Pemkot Surabaya, tetapi Pemkot Surabaya mendiamkan.

“Dan pada bulan Juli 2010, TPS KBS mendapat surat yang berbunyi agar TPS KBS menyediakan tempat untuk rapat tim terpadu bentuk Pemkot Surabaya,”

Jadi sejak, masih dikatakan sumber tersebut setiap minggu melakukan rapat. Setelah hasil notulen dirangkum dan disepakati maka dibuat konsep surat kesepakatan pengelolaan dan ironisnya Walikota tidak mau menandatanganinya.

“Khan aneh, sudah sepakat kok tak mau menandatangani. Hal itu menyebabkan Asisten 2 Pemprop Jatim marah besar” jelasnya.

Setelah ditelusuri, ternyata sikap walikota tersebut dipengaruhi oleh staf khususnya berinisial DR.

Sejak itu, permasalahan selalu muncul di KBS seperti kematian beberapa hewan, penghasutan terhadap karyawan.

Yang lebih mencengangkan sumber tersebut mengatakan bahwa DR sering melakukan rapat dengan beberapa karyawan KBS yang tak suka dengan sistem manajemen KBS di salah satu radio swasta terbesar di Surabaya.

“Sejak dia mendengar dan mengetahui rapat ‘gelap’ tersebut, banyak permasalahan hewan mati di KBS,” tutupnya.(*)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "ADA APA DENGAN KBS: Sikap Keras Walikota Tentang KBS Dipengaruhi Oleh Staf Ahlinya"