Abu Letusan Gunung Puyehue Paksa Sekjen PBB Naik Bis

abu vulcanik letusan gunung Puyuhue

BUENOS AIRES (suarakawan.com)-Sebuah awan akibat letusan gunung berapi yang besar dari Chili mendatangkan malapetaka bagi perjalanan udara internasional pada hari Selasa. Kondisi ini memaksa penumpang pesawat termasuk kepaa PBB untuk perjalanan dengan perahu atau darat.

Letusan gunung berapi Puyehue di pegunungan Andes Chili selatan telah mengganggu perjalanan udara dalam skala yang tidak terlihat sejak awan vulkanik atas Islandia Eropa lumpuh pada tahun 2010.

Akibatnya, penerbangan kembali dihentikan di Argentina, Uruguay dan – belahan dunia – di Australia.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang sedang mencari dukungan untukĀ  dipilih kembali untuk satu periode lima tahun, harus mengambil jam perjalanan perahu-panjang dari Argentina ke Uruguay pada hari Selasa, sehari setelah dipaksa untuk naik bis semalam di Argentina.

Dari ibukota Uruguay Montevideo, Ban dijadwalkan untuk pergi ke ibukota Brasilia Brasil. Namun seorang pejabat PBB di New York yang tak mau disebutkan namanya mengatakan: “Pada saat ini, kami tidak tahu bagaimana dia akan sampai di sana.”

Pada hari Senin, pesawat itu tiba di Ban dari Kolombia terpaksa mendarat di kota Argentina, Cordoba, dan ia harus perjalanan 645 kilometer ke ibukota Argentina dengan bus pada hari ia merayakan ulang tahun ke-67 nya.

“Kami sangat senang menyambut dia dan berkata kepadanya bahwa kami mendukung dengan sukacita kembali nya-pemilu,” kata Presiden Argentina Cristina Kirchner pada akhirnya salam padanya.

Letusan ini juga berarti presiden Peru terpilih, Ollanta Humala, harus membatalkan makan malam Senin malam dengan presiden Uruguay untuk perjalanan lewat laut dari Montevideo untuk pertemuan dengan Kirchner. Humala dan pemimpin Argentina pada hari Selasa. (afp/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *