Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

87 Orang Meninggal Dunia Saat Arus Mudik di Jatim

28 Jun 2017 // 13:46 // HEADLINE, HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS, LALU LINTAS

tewas

SURABAYA (suarakawan.com) – Angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran di Jawa Timur masih tinggi. Tercatat sebanyak 87 orang meninggal dunia di jalanan Jatim sejak H-6 hingga H+3, Rabu, 28 Juni 2017. Jalur pantai utara tetap menduduki posisi pertama sebagai tempat paling banyak terjadi kecelakaan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jatim, sebanyak 498 kasus kecelakaan terjadi di Jatim hingga hari kesembilan Operasi Ramadniya. Dari kejadian itu, 87 orang meninggal dunia, 52 korban luka berat dan 726 luka ringan. Kerugian materiil mencapai Rp607,6 juta.

Angka kecelakaan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 pada momen mudik yang sama. Hingga hari kesembilan operasi, sebanyak 491 kecelakaan terjadi di jalanan Jatim pada tahun 2016. Korban meninggal 57 orang, luka berat 69 orang dan luka ringan. Adapun kerugian materiil Rp541,2 juta.

Kecelakaan yang terjadi masih didominasi jalur Pantura, seperti sepanjang jalan arteri Tuban, Pasuruan dan Probolinggo.

“Angka kecelakaan ini pasti bertambah,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Markas Polda Jatim, Surabaya, Rabu (28/6).

Dia menjelaskan, korban kecelakaan masih didominasi usia produktif, yakni 20-30 tahun. Adapun faktor utama kecelakaan ialah human error atau kelalaian pengendara.

“Seperti kasus kecelakaan di Probolinggo yang menewaskan enam penumpang. Berdasarkan olah TKP, diduga karena kelelahan dan kelalaian pengemudi,” ujar Barung.

Untuk menekan angka kecelakaan pada arus balik, kata Barung, Polda Jatim tetap menyiagakan personil kepolisian di 227 pos pengamanan yang tersebar di jalur Pantura, tengah, maupun selatan wilayah Jatim. “Personil tidak akan kami tarik hingga Operasi Ramadniya selesai,” ucapnya.

Barung berharap, pengendara selalu menaati rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Pengendara diharapkan memacu kendaraannya se-efisien mungkin, tapi tetap menjaga keselamatan. Karena dari hasil analisa, 98 persen kecelakaan karena human error,” katanya menambahkan. (viv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini