80 Persen Perlintasan Kereta di Indonesia Tidak Berjaga

MADIUN (suarakawan.com) – Sekitar 4.600 atau 80 persen dari total 5.800 perlintasaan kereta api di seluruh Indonesia tergolong liar atau tidak terjaga sehingga rawan kecelakaan.

“Sisanya sebanyak 1.200 perlintasaan atau sekitar 20 persenya telah terjaga,” ujar Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Edi Nursalam, di Madiun, Rabu.

Pemerintah terus berupaya menghindarkan kecelakaan yang melibatkan kereta di perlintasaan liar dengan melakukan penutupan secara bertahap yang diawali dari perlintasan kecil.

Pada awal 2018, Kemenhub telah menutup 313 perlintasan tidak terjaga dengan 49 di antaranya berada di wilayah PT KAI Daop 7 Madiun.

“Penutupan akan dilakukan secara bertahap. Sebelum lebaran ini ditargetkan perlintasan liar yang kecil-kecil itu sudah kita tutup,” kata Edi.

Pemerintah juga akan melarang kendaraan-kendaraan besar melintas di perlintasan kereta.

“Sehingga hanya kendaraan kecil yang boleh melintas. Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan Pemda dan PT KAI. Juga nanti akan pasang patok,” katanya.

Ia menambahkan, upaya-upaya itu diambil untuk menciptakan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan, apalagi masa angkutan Lebaran 2018 semakin dekat di mana intensitas perjalanan KA bakal meningkat.

Edi berkunjung ke Madiun mendampingi Dirut KAI Edi Sukmoro dalam rangka inspeksi lintasan sebagai persiapan masa angkutan Lebaran 2018, selain untuk menandatangani prasasti mengenang masinis Mustofa yang meninggal dunia dalam kecelakaan KA Sancaka dengan truk trailer di perlintasan liar di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, pada 6 April 2018.(ant/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "80 Persen Perlintasan Kereta di Indonesia Tidak Berjaga"