76 Ribu Madrasah Terancam Bubar karena Full Day School

20825_1120598374633211_4717687835139887299_n

JAKARTA (suarakawan.com) – Ketua Tanfidziyah PBNU, Masyudi Shuhud mengaku kesal dengan sikap Kementerian Agama karena hanya berdiam diri saat muncul kebijakan lima hari sekolah dengan waktu delapan jam atau full day school. Sebab, kebijakan tersebut mengancam keberadaan madrasah diniyah.

“Madrasah diniyah ada yang mengurusi yaitu Kementerian Agama. Tapi Kementerian Agama masa ada kemalingan begini diam saja. Ini kemalingan menurut saya,” kata Masyudi di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/6).

Pihaknya tegas menolak kebijakan tersebut. Saat ini, kata Masyudi, ada sekitar 76 ribu madrasah dengan 7 juta pelajar di Indonesia yang terancam bubar karena kebijakan tersebut.

“NU melihat ini akan menghilangkan madrasah diniyah 76 ribu,” katanya.

Untuk diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sedang menggodok Permendikbud sebagai dasar kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan. Sebagai konsekuensi kebijakan tersebut, maka akan ada pengepresan jumlah hari dan lama tinggal di sekolah lebih panjang. Sekolah yang rata-rata pulang jam 14.00 siang, bisa menjadi pukul 16.00 sore.(mer/rur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *