Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

70.000 UMKM Jatim Mulai Rintis untuk Tembus Pasar Ekspor

05 Aug 2016 // 16:25 // EKONOMI, HEADLINE, UMKM

umkm

SURABAYA (suarakawan.com) – Sekitar 70.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Timur kini sedang merintis untuk mampu menembus pasar ekspor, meski mereka masih terkendala masalah merk dan kemasan produk.

“Masalah kemasan dan merk ini memang kita akui menjadi hal yang penting dalam ekspor. Contoh saja, makanan rempeyek kalau dibungkus plastik tanpa merk dan keterangan komposisi pasti laku di sini, tetapi tidak akan laku di luar negeri karena konsumen butuh jaminan dan kualitas,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, I Made Sukartha, seperti ditulis Jumat (4/8).

Untuk menggenjot kinerja UMKM Jatim, Dinas Koperasi dan UMKM Jatim tahun ini menganggarkan dana belanja langsung sekitar Rp 116 miliar untuk digunakan sebagai belanja keperluan pelatihan, pameran dan promosi UMKM unggulan Jatim.

“Anggaran itu setiap tahunnya ada pengurangan dan Jatim ada pengurangan 20-25%, tidak hanya di Jatim tapi di daerah lain juga. Nah, sampai dengan Agustus ini penyerapan anggaran itu sudah mencapai 60%,” ujarnya.

Adapun dalam tahun ini, Dinkop dan UMKM Jatim memiliki 40 kali kegiatan pameran di luar provinsi, dan ada 4 negara untuk pameran luar negeri di antaranya adalah di Jepang, Singapura, Thailand dan Jerman.

Selain masalah kemasan dan merk, lanjut Sukartha, kendala yang selama ini dialami UMKM adalah masalah permodalan dan pemasaran. Namun begitu, tahun ini Pemerintah Provinsi Jatim sudah menyiapkan skema pembiayaan bagi UMKM dengan menyiapkan dana Rp 400 miliar melalui skema Loan Agreement dengan pihak Bank Jatim.

“Skema yang disiapkan pemerintah ini akan membantu para UMKM dalam hal pembiayaan atau modal dengan bunga rendah maksimal 9%. Nah kami di Dinkop UMKM sebagai penyambung dan penjamin agar bank mau menyalurkan kreditnya kepada UMKM yang berpotensi,” jelasnya.

Sementara itu, pada gelaran Koperasi dan UMKM Expo yang akan dilaksanakan pada 10-14 Agustus 2016 di Dyandra Convention Center Surabaya, rencananya akan ada sekitar 200 produk unggulan kreatif dan inovatif. Dari Jatim akan ada produk fashion, craft, makanan dan minuman, herbal, aksesoris, produk kulit, agro, furnitur dan perbankan.

Direktur PT Amara Satu Raya, Yusuf Karim Ungsi selaku penyelenggara pameran UMKM menambahkan, dalam pameran kali ini ditargetkan terjadi transaksi yang tumbuh dua kali lipat dari capaian tahun lalu yang terealisasi Rp 4 miliar. Sedangkan jumlah pengujung pameran diharapkan tahun ini bisa mencapai 5.000-6.000 orang per harinya. (bng1/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini