Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

6,3 Juta Perempuan Indonesia Aktif Merokok

31 May 2017 // 10:52 // GAYA HIDUP, HEADLINE, KESEHATAN

rokok

JAKARTA (suarakawan.com) – Fenomena perempuan perokok di Indonesia yang terus meningkat dan mengkhawatirkan. Saat ini, terdata sebanyak 6,3 juta perempuan Indonesia aktif merokok.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini menyampaikan kekhawatiran terhadap tersebut. “Selama lima tahun terakhir, perokok perempuan meningkat 400 persen dan merupakan capaian tertinggi di dunia. Teramsuk di Indonesia,” kata Diyah, Rabu (31/5).

Sebagai organisasi perempuan yang menaungi perempuan muda usia 17 tahun hingga 40 tahun di bawah Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah prihatin dengan kondisi tersebut. Apalagi, sebagian besar perempuan perokok berada pada usia produktif, yaitu 13 tahun hingga 40 tahun.

Menurut Diyah, perilaku merokok pada perempuan disebabkan beberapa faktor. Seperti, tuntutan gaya hidup, simbol status, penghilang stres dan akibat peredaran rokok di Indonesia yang tidak terkendali.

“Nasyiatul Aisyiyah memandang bahwa perempuan turut menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Perempuan yang sehat dan tidak merokok dapat melahirkan anak yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Diyah mengatakan, pengendalian tembakau, terutama ditujukan pada kalangan perempuan, juga dapat menekan angka kematian perempuan melahirkan saat ini masih cukup tinggi di Indonesia.

Karena itu, pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia 2017, Diyah mengajak, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya merokok dimulai dari lingkungan terdekat. Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia diperingati setiap 31 Mei. Pada 2017, tema yang diusung adalah “Tembakau Ancaman bagi Pembangunan”. (rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini