Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

5 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

26 Jul 2017 // 20:06 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

asap

JAKARTA (suarakawan.com) – Penyebaran titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meningkat di beberapa daerah Tanah Air. Jumlah titik panas meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan Satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), terpantau 150 titik panas pada 23 Juli 2017, 170 hotspot pada 24 Juli 2017, dan meningkat menjadi 179 hotspot pada 25 Juli 2017.

“Peningkatan hotspot ini seiring dengan cuaca yang makin kering sehingga hutan dan lahan mudah dibakar,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu (26/7).

Namun, menurut Sutopo, jumlah titik panas yang menandakan adanya kebakaran hutan dan lahan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan periode sama tahun 2015.

Buat mengantisipasi karhutla dan memudahkan penanggulangan bencana asap, imbuh Sutopo, lima provinsi langganan karhutla telah menetapkan status Siaga Darurat. Kelima provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

“Penetapan status siaga darurat ini diambil setelah beberapa kabupaten/kota di masing-masing provinsi menetapkan Siaga Darurat,” kata dia.

Sejauh ini, satuan tugas (satgas) terpadu telah dibentuk di setiap provinsi untuk mengatasi karhutla. “Terdiri dari Satgas Darat, Satgas Udara, Satgas Pelayanan Kesehatan, Satgas Penegakan Hukum, dan Satgas Sosialisasi,” ujar Sutopo.

Upaya preventif mencegah kebakaran hutan dan lahan terus berlangsung. Namun, lanjut Sutopo, luasnya wilayah yang harus dijaga dan terbatasnya sarana maupun prasarana menyebabkan karhutla masih terjadi di beberapa daerah. Apalagi, sebagian besar penyebab karhutla adalah kesengajaan untuk membuka lahan.(lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini