4 Tahun Terlunta-lunta, Pedagang Pasar Turi Wadul Dewan

Suasana saat pedagang Pasar Turi Ngelurug Dewan

SURABAYA (suarakawan.com) – Empat tahun kejadian kebakaran pasar Turi, Pedagang pasar Turi ngelurug DPRD Surabaya mereka meminta DPRD untuk menyampaikan kepihak  pemkot Surabaya akan segera membangun pasar turi yang melibatkan pihak ketiga dengan tetap memperhatikan eks-pedagang korban kebakaran.

Ketua Tim Pemulihan Pasca Kebarakan (TPPK) Arief Budiman, saat hearing dengan DPRD komisi B, Selasa (26/07) mengatakan, bahwa saat ini Pemkot terkesan mengulur – ulur waktu dalam pembagunan Pasar Turi. akibat molornya pemabangunan tersebut, bayak pedagang yang merasa dirugikan dan terbengkalai hidupnya. “Nasib kami digantung, dengan molornya pembangunan kembali Pasar Turi,” ujar Arif.

Ketua Komisi B, M Mahmud dalam paparannya membernarkan apa yang disampaikan para pedagang dengan kondisi di dewan pada saat masalah Pasar Turi sebagai pokok bahasan.

Ia menjelaskan sebenarnya ungkapan-ungkapan yang disampaikan adalah gambaran yang terjadi di DPRD menyangkut penghapusan aset pemkot yang menjadi diskusi yang alot.

“Intinya pemkot tidak punya etikat baik untuk segera membangun pasar turi, hal ini bertolak belakang dengan proses pembangunan TPS yang dengan singkat langsung dibangun, walaupun kenyataannya mangkrak tidak terpakai,” ujarnya.

Komisi B sudah memperingatkan berkali-kali secara langsung maupun melalui media, meminta agar sertifikasinya diselesaikan namun ternyata benar belakangan malah timbul gugatan, dan masalah lelang juga demikian. “ Semua masalah ini memang bermuara ke pemkot Surabaya” ungkapnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "4 Tahun Terlunta-lunta, Pedagang Pasar Turi Wadul Dewan"