4 Ribu Tenaga Kontrak PT Petrokimia Ancam Mogok Massal

GRESIK- (suarakawan.com) – Sebanyak 4.000 tenaga kerja kontrak (outsourcing) PT Petrokimia Gresik mengancam mogok kerja bila kesejahteraan mereka tetap diabaikan oleh manajemen BUMN tersebut. Ancaman tersebut tercetus dalam pertemuan Tripartit antara pihak PT PG dengan perusahaan outsourcing dan kalangan serikat pekerja/buruh yang diwakili SPBI dan Kasbi, Kamis Siang (09/02).

Pertemuan yang difasilitasi Disnaker Gresik itu berlangsung panas setelah diketahui bahwa pihak PT PG hanya mewakilkan kepada Suhartanto, seorang kuasa hukum dan kepala Departemen Keamanan PT PG. Kedua utusan ini dianggap perwakilan buruh tak layak mewakili kepentingan PG karena mereka tidak kompeten sehingga para buruh merasa dilecehkan dan mereka mengancam apabila sampai tanggal 16 Februari ini tidak ada kebijakan baru maka pihak buruh mengancam mogok kerja massal.

“Kalau Petro hanya diwakili oleh orang yang tidak terkait dengan persoalan dan tidak tahu apa-apa, lebih baik pertemuan ini dibubarkan saja,” ujar Hakam mewakil kaum buruh.

“Kami hanya diutus untuk menghadiri pertemuan ini, terkait hasil pertemuan nanti akan kami laporkan ke manajemen PT Petrokimia,” kata Suhartanto menjelaskan.

Kepala Bidang Pengawasan Disnaker Gresik Sumarsono juga beranggapan pertemuan tripartit tersebut sudah tak layak untuk dilanjutkan.

“Karena percuma saja kita lanjutkan pertemuan ini karena tidak akan ada titik temunya,” ujarnya.

Karena masing-masing pihak tetap ngotot, pertemuan akhirnya berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan apa-apa. Rencananya pertemuan serupa akan dijadwal ulang oleh pihak disnaker. Karena jika tidak, para pekerja mengancam akan turun ke jalan dengan massa ribuan untuk mengepung kantor pusat PT PG.

“Kami tidak mengancam, tapi bila kami mogok kerja maka Petro akan lumpuh total. Sebagian besar pekerja kami bekerja pada pada bagian inti produksi,” pungkas ketua Serikat Pekerja Buruh Indonesia (SPBI) Agus berapi-api. (ika/sug)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "4 Ribu Tenaga Kontrak PT Petrokimia Ancam Mogok Massal"