SBY-Boediono Diingatkan Soal Tugas Utamanya Sebagai Kepala Negara

JAKARTA (suarakawan.com) – Saat ini desakan mundur kepada SBY-Boediono makin Masif. Desakan terbeut dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja SBY-Boediono hal yang paling baru adalah pembiaran terhadap kekerasan dan kebebasan melakukan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing

“Tapi kalau sekarang timbul pembiaran dalam soal pluralisme, maka negara sekarang ini negara tidak lagi memberikan perlindungan terhadap negara,” ujar wakil ketu Komisi I DPR TB Hasanudin dalam diskusi bertema

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan negara dibentuk atas dasar sebuah negara kebangsaan.Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka setiap etnis dan agama saling menitipkan diri dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika dan negara wajib melindunginyaa

“Tapi kalau tetap rakyat dibiarkan dengan masalahnya sendiri, maka rakyatpun akan mengambil jalan,entah itu pindah negara atau melakukan perlawanan,” terangnya

“Kepala negara harus melindungi setiap warga negara. Itu tidak ada pilihan lain dan bagaimanapun kondisinya sebagai tanggunjwawab kepala negara sesuai konstitusi untuk melindungi rakyatnya dari sisi apapun,” Demikian TB.Hasanudin

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "SBY-Boediono Diingatkan Soal Tugas Utamanya Sebagai Kepala Negara"