Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

3.600 Warga Miskin Sampang Akhirnya Bisa Nikmati Subsidi Listrik

18 Jun 2017 // 09:06 // EKONOMI, HEADLINE

listrik

SAMPANG (suarakawan.com) – Sedikitnya 3.600 warga kurang mampu dari total 86.475 pelanggan listrik di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini menikmati subsidi listrik dari pemerintah, baik pelanggan listrik prabayar maupun pascabayar.

Manajer PLN Rayon Sampang, Madura, Umar Solihin, di Sampang, mengatakan penerima subsidi listrik itu tersebar di delapan kecamatan yakni Kecamatan Karang Penang, Omben, Kedungdung, Kota, Camplong, Tambelangan, Torjun dan Kecamatan Jrengik.

“Data pelanggan penerima subsidi listrik ini kemungkinan masih bisa berubah karena sampai saat ini kami terus melakukan pendataan bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa,” kata Umar menjelaskan.

Umar mengemukakan subsidi itu sebagai realisasi program yang telah dicanangkan pemerintah kepada warga miskin di wilayah itu oleh tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Pada program itu, PLN merupakan salah satu institusi sebagai pelaksana regulasi, bersama institusi lain seperti Bulog dan Dinas Sosial di lingkungan pemkab.

Sejak 1 Mei 2017, pemerintah telah menaikkan tarif listrik 900 VA dari Rp1.034 per-kWh menjadi Rp1.352 per-kWh.

Namun ketentuan kenaikan ini hanya bagi pelanggan yang masuk kategori mampu, sedangkan masyarakat miskin tetap menikmati subsidi, dan hanya membayar Rp605 per-kWh.

Berdasarkan data TNP2K, dari 22,8 juta pelanggan listrik rumah tangga (R-1) 900 VA, sekitar 4,1 juta pelanggan listrik di Indonesia dinilai layak mendapatkan subsidi.

Mereka itu antara lain merupakan pemegang salah satu dari kartu bantuan pemerintah, seperti Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah otomatis berhak menerima subsidi listrik.

“Termasuk juga warga miskin yang tinggal di rusunami dan rusunawa,” ujarnya.

Selain itu, subsidi listrik juga diberikan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, ada juga pelanggan golongan tarif sosial seperti sekolah, rumah sakit dan tempat-tempat ibadah.

“Bagi masyarakat yang merasa keberatan dengan tarif baru ini, silahkan mengajukan permohonan kepada pemerintah, dan nanti akan dilakukan pengecekan oleh petugas ke lapangan,” kata Umar. (bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini