Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

2017, Bank Jatim Spin-Off UUS Jadi BUS

01 Feb 2017 // 06:14 // EKONOMI, HEADLINE, PERBANKAN

bank jatim

SURABAYA (suarakawan.com) – Setelah molor dari jadwal pada tahun 2016, akhirnya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) segera melakukan pemisahan unit usaha atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada tahun 2017 ini.

“Sudah saya gedok spin-off Syariah Bank Jatim pada RUPS Tahun Buku 2016 hari ini. Untuk modalnya ada saldo kita Rp 500 miliar dan itu tidak ambil APBD Jatim sama sekali. Tapi dana iddle dan simpanan di Bank Jatim,” kata Gubernur Jatim Soekarwo kepada wartawan di kantor gubernur, Selasa (31/1).

Kepastian spin-off unit syariah ini setelah izin prinsip ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah rampung beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso menuturkan, pengembangan bisnis usaha syariah ini sesuai dengan arahan otoritas untuk melakukan pemisahan unit usaha syariah menjadi entitas usaha tersendiri.

Disamping itu, lanjutnya Bank Jatim Syariah ini nantinya juga akan mendukung penuh kebutuhan pembiayaan Bank Jatim di sektor lainnya. “Nanti dibagi dua pembiayaannya. Jadi kekuatan kita juga akan semakin besar,” tambahnya.

Sebagai catatan proses pemisahan unit usaha syariah Bank Jatim sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir 2016 lalu, namun akhirnya berjalan molor karena hal administratif.

Proses pemisahan unit usaha syariah ini juga pernah mengalami jalan berbatu, dimana perseroan sempat kesulitan untuk mencapai kebutuhan permodalannya dikarenakan kurangnya suntikan modal dari pemprov Jatim.

Dia menjelaskan, tahun ini Bank Jatim juga akan fokus pembiayaan infrastruktur di Jatim, seperti pembangunan jalan tol Krian-Bunder Gresik, Rumah Sakit milik Pemprov dan beberapa perguruan tinggi.

“BUMD silakan meminjam modal kerja di Bank Jatim untuk pembiayaan infrastruktur. Tahun 2017 kami akan meningkatkan pertumbuhan kredit 11,75 persen hingga mencapai Rp 32 triliun. Nominal tidak kami batasi asalkan proyek infrastruktur itu bankable dan visible,” imbuhnya.

Apalagi ke depan, akan ada di Trenggalek berupa pembangunan pelabuhan laut yang akses langsung ke Australia dan bandara baru di Tulungagung. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini