Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September 2014 Awal Tonggak Sejarah Informasi yang Cepat & Kawah Candra Dimuka Pentingnya Informasi & Berita Secara Terus Menerus yang Sangat Berarti Buat Rakyat & Negara Indonesia dalam Membangun Ilmu Pengetahuan, Wawasan serta Kecerdasan Bangsa." ||

Sabtu Dini Hari, Warga Cabut Papan Nama MTA

12 Oct 2013 // 06:25 // DAERAH, PERISTIWA

SIDOARJO (suarakawan.com) – Perwakilan Kumpulan Majelis Tafsir Alqur’an (MTA) yang ada di KM 2.3 Jalan Raya Lingkar timur Desa Siwalan Panji Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, papan namanya dicabut paksa oleh warga Desa setempat, Sabtu  (12/10) dini hari ini.

Pencabutan papan nama yang dilakukan oleh warga sekitar ini terkait tudiangan warga kepada perkumpulan tersebut yang menyatakan bahwa perkumpulan MTA itu ajarannya tak sesuai dengan ajaran islam pada umumnya.

Menurut Ashadi salah satu tokoh masyarakat sekitar mengatakan bahwa warga tak setuju dengan adanya MTA yang ada di desanya.

“Kami semua warga desa Siwalanpanji tidak setuju dengan adanya ajaran MTA di Desa kami, karena seluruh warga telah menuding ajaran MTA itu banyak menyesatkan,” ujarnya.

Masih kata Ashadi, sejak berdirinya bangunan serta ajaran MTA di desanya itu, sempat membuat warga resah.

“Masak mas, ajaran Islam mengijinkan makan daging anjing. Itu kan tidak benar dan ditambah lagi dalam melakukan aktifitas keagamaan para pengikut MTA terkesan tertutup dan tidak mau membaur kepada masyarakat. Pada hal kita sama-sama Muslim,” tambah Ashadi

Pencabutan papan nama ajaran MTA yang terletak di depan bangunan yang dipenuhi dengan ornamen seni ukir dan beberapa patung tersebut, sempat mendapat pengamanan dari anggota kepolisian Mapolres Sidoarjo serta puluhan anggota satpol PP Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu, menurut Agus Suprayitno selaku pimpinan cabang Majelis Tafsir Alquran, saat dikonfrmasi terkait tindakan warga ini mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan dengan aksi warga tersebut.

“Kita ini kan negara hukum, tapi kenapa tindakan warga mesti menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini,” ujar Agus

“Warga boleh-boleh saja menyatakan tidak setuju dengan aktifitas mereka. Tapi kan ya jangan melakukan tindakan seenaknya sendiri, karena kami sudah pernah mengadakan pertemuan dengan pihak MUI Sidoarjo, Kemenag serta beberapa tokoh Islam yang ada di daerah sini. Namun sampai saat ini, dari beberapa pihak terkait tersebut tidak pernah memberikan teguran kepada kami, dan kenapa tiba-tiba saja. Terjadi penjabutan papan nama milik kami tersebut. Negara ini kan negara hukum jadi saya akan ajukan permasalahan ini ke jalur hukum. Namun sebelum langkah tersebut kami lakukan terlebih dahulu pihak perwakilan yang ada di Sidoarjo sini akan meminta pertimbangan lebih lanjut kepada pimpinan tertinggi kami yang ada di Surakarta,” tutupnya. (dik/era)

Article Global Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Eli Pets

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda