Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Visi Misi 3 Cagub “Serang” KarSa

12 Aug 2013 // 12:47 // HEADLINE, PILGUB JATIM

SURABAYA (suarakawan,com) – Agenda visi misi Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) di Gedung DPRD Jatim, Senin (11/08) berlangsung panas. Tiga pasangan Cagub-Cagub “menyerang” pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) lewat pemaparan visi misinya.

Serangan pertama dilancarkan pasangan Eggi Sudjana-M Sihat. Pasangan independen itu menyerang KarSa di berbagai bidang. Salah satunya kesenjangan ekonomi yang terjadi di beberapa daerah di era kepemimpinan Soekarwo dan Saifullah Yusuf.

“Di Jember, banyak petani tebu yang menjerit, karena pemerintah masih mengimpor gula. Padahal, hasil perkebunan tebu nya melimpah. Jember itu gudangnya gula, tapi hasilnya tidak dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Serangan kedua dilancarkan pasangan Bambang-Said. Dihadapan anggota DPRD Jatim, komisioner KPU dan ratusan undangan yang hadir di acara visi misi, Cagub Bambang DH mengkritisi kinerja Gubernur Soekarwo yang banyak merugikan rakyat.

“Tingkat kemiskinan di Jatim terus bertanbah. Ini akibat program kerja Gubernur sebelumnya yang tidak menguntungkan bagi masyarakat. ¬† masih Saya optimis kalau fokus bisa. Jadi gubernur jangan tidak fokus. Posisi gubernur itu wakil kepala daerah dan punya kewenangan,” paparnya.

Sedangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja tidak secara terang-terangan menyerang pasangan KarSa. Secara halus pasangan yang diusung PKB dan 5 partai non parlemen itu mengkritisi masih tingginya angka kemiskinan di Jatim.

“Seperti yang dikabarkan bahwa di Jatim ada penurunan angka kemiskinan. Tapi, angka kemiskinan di Jatim masih lebih tinggi di tingkat nasional,” tandasnya.

Pihaknya memiliki visi yang akan menjadikan Jatim Berkah baik di bidang sosial, ekonomi dan politik. “Di bidang ekonomi, misalnya. Kita fokus bagaimana mengentas kemiskinan dengan banyak menciptakan lapangan kerja.

“Masyarakat Jatim itu punya kemandirian. Kita ¬†hanya dihadapkan pada akses mereka. Seperti, menciptakan lapangan kerja. Kehadiran BLK itu juga sangat penting,” ujar Khofifah. (Bng/bay)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda