Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Khofifah Pantang Mundur

11 Jun 2013 // 15:59 // PILGUB JATIM

SURABAYA (Suarakawan.com) - Keputusan KPU Jatim yang menyudutkan posisi Bakal Calon Gubernur (Bacawagub) Jatim, Khofifah Indar Parawansa tak membuat Ketua Umum PP Muslimat NU itu patah arang. Khofifah justru akan mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan KPU Jatim.

“Gak apa-apa. Masih ada waktu. Kita ikuti saja. Kita mencoba memahami apa yang oleh KPU dianggap perlu diperbaiki,” kata Khofifah kepada wartawan usai menghadiri acara Bhakti Sosial Muslimat NU Surabaya di kantor Muslimat Surabaya, Selasa (11/06).

Sebelumnya, KPU Jatim membuat posisi Bacagub Khofifah terjepit dalam Pilgub Jatim 2013. Dalam rapat plenonya, KPU Jatim memutuskan dua partai non parlemen, Partai Kedaulatan dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) tidak memenuhi syarat (TMS) untuk mendukung Cagub Jatim.

Kedua partai itu terlibat konflik di kepengurusannya, sehingga terjadi dua dukungan ganda dalam Pilgub Jatim 2013. Kepengurusan yang mendukung pasangan Khofifah-Herman dan satunya lagi mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).

Meski demikian, KPU Jatim tetap memberikan batas waktu kepada Khofifah untuk memperbaiki kekurangan persyaratannya. “Itu yang kita coba memahami. Ada tim yang melakukan tugas untuk memperbaiki apa yang diinginkan oleh KPU,” ujarnya.

Apakah keputusan KPU jatim itu tidak mempengaruhi pencalonannya, Khofifah menolak memberikan komentar. “Saya tidak mau terlibat terlalu dalam. Tugas saya tetap melayani dan menyapa umat, anytime dan anywhere,” tandasnya.

Yang jelas, tambah Khofifah, dia sama sekali tidak terpengaruh dengan pemberitaan media massa yang dinilai memojokkan dirinya. Justru, dia berterimakasih dengan seluruh media massa yang memberikan apresiasi terhadap ikhtiar yang dilakukannya.

“Lihatlah wajah saya optimis atau wajah pesimis. Pokoknya, tugas saya penyapaan, anytime dan anywhere. Sudah ada yang mengurus. Jangan terus menerus melakukan kedzaliman. Nanti kuwalat lho,” kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini. (Bng/aca)

 

Keterangan foto: Khofifah terlihat santai, meski posisinya dalam Pilgub Jatim 2013 terjepit. (Bng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda