Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Raya Idul Fitri 1435 H / 2014 M, Cermin & Pelajaran dari Nuansa Ramadhan yang Penuh Beramal, Beribadah & Bersyukur kepada Ilahi Ya ROBBI. Serta menjadi Kodrat Manusia Hakiki, Mengasihi, Menyayangi Kepada Sesama Bukan Sebagai Ajang Pamer Kekayaan Duniawi & Kesombongan." ||

Personil dan Kapal Keamanan Laut, Minim

07 May 2013 // 16:49 // DAERAH, PERISTIWA

SURABAYA (suarakawan.com) – Jumlah personil dan kapal untuk keamanan laut ternyata masih menjadi kendala jika dibandingkan dengan luas laut yang ada.

Tak ayal, banyak imigran gelap asal Timur Tengah dan aksi kejahatan masuk wilayah perairan laut Indonesia.

“Tentunya karena minim sarana prasarana. Seperti kapal patroli,” kelakar Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto, Selasa (07/05)

Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto, mengatakan bahwa minimnya informasi juga menjadi kendala di keamanan lalut sehingga banyak pelaku kejahatan dan imigran yang lolos dari petugas.

Ada banyak petugas yang melakukan keamanan, seperti Pol Air, bea cukai dan beberapa institusi. Tentu saja tidak ada kelemahan petugas, tetapi mereka berjalan sendiri-sendiri sehingga tidak terjalin koordinasi yang kuat.

Bambang mengugkapkan, perairan paling rawan kejahatan adalah perairan wilayah barat Indonesia karena tingginya kegiatan ekonomi.

Namun, kata Bambang, saat ini pelaku kejahatan di laut tidak pilih-pilih dalam melakukan aksinya. “Sekarang tidak pilih-pilih. Bahkan sekarang di alur tengah juga sering terjadi seperti di Balikpapan,” katanya.

Sedangkan tren aksi kejahatan di laut yang dilakukan pelaku tidak melakukan perompakan melainkan pencurian barang terhadap penumpang kapal.

“Mereka tidak lagi menyendera kapal dan isinya. Tapi trennya sekarang lebih ke yang kecil kecil seperti mencuri handphone kru kapal atau istilah internasionalnya, soft stollen,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi, pihaknya akan terus melakukan koordinasi antar instansi seperti Polair, Bea Cukai, KPLP serta TNI Angkatan Laut ditambah penambahan armada kapal patroli yang dimaksimalkan di perairan.

Ia juga mengakui luasnya wilayah perairan Indonesia dengan garis pantai terbesar kedua di dunia mencapai 90.908 km serta terbatasnya operasional di laut.

“Tahun ini akan ada 2 kapal jenis patroli yang akan kita operasionalkan pada akhir Juni. Untuk saat ini total kapal yang kita punyai ada 24 kapal patroli itu termasuk 2 kapal dan 4 kapal baru hingga akhir 2014,” tandas Bambang.(Bs/era)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda