Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September 2014 Awal Tonggak Sejarah Informasi yang Cepat & Kawah Candra Dimuka Pentingnya Informasi & Berita Secara Terus Menerus yang Sangat Berarti Buat Rakyat & Negara Indonesia dalam Membangun Ilmu Pengetahuan, Wawasan serta Kecerdasan Bangsa." ||

Politeknik Pelayaran Surabaya Buka Program Elektro Pelayaran

01 May 2013 // 19:18 // PENDIDIKAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Terhitung sejak Februari lalu, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, resmi berubah status menjadi menjadi Politeknik Pelayaran Surabaya.

Seiring dengan perubahan itu, Lembaga Pendidikan di bawah kementerian perhubungan ini membuka program studi baru, yakni Elektro Pelayaran.

Kepala Seksi Pendidikan, Politeknik Pelayaran Surabaya, Mugen Sartoto mengatakan program studi baru satu-satunya di Indonesia itu sebagai jawaban atas kebutuhan pasar dunia kerja pelayaran. hasil amandemen Manila 2010 yang berlaku sejak awal 2012. Salah satu poin dalam amandemen itu mewajibkan adanya perwira dalam urusan teknik elektro.

“Selama ini, urusan elektronik kapal masih dipegang oleh tenaga yang belum memiliki kemampuan spesialis, padahal tenaga tersebut sangat dibutuhkan dalam pelayaran niaga maupun non niaga,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (01/05).

Pelaut yang dihasilkan Politeknik Pelayaran Surabaya, nantinya tidak hanya berijazah DIII. Namun, dapat juga berijasah DIV, atau bahkan pasca sarjana. “Semuanya untuk menjawab tantangan dunia kerja di bidang kelautan dalam skala internasional,” tandasnya.

BP2IP Surabaya berubah status menjadi Politeknik Pelayaran Surabaya sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No 14 tahun 2012. Berubahnya status BP2IP menjadi politeknik menambah koleksi unit pendidikan di bawah Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Perhubungan, Kementerian Perhubungan yang berstatus politeknik.

Dua unit lembaga pendidikan yang sudah berubah menjadi politeknik adalah PIP Makasar, dan PIP Semarang. “Kami berharap, berubahnya status BP2IP menjadi politeknik akan semakin menarik minat masyarakat untuk menjadi pelaut profesional, mengingat kebutuhan pelaut nasional maupun internasional sangat tinggi menyusul semakin meningkatnya arus tata niaga internasional serta menjamurnya perusahaan pelayaran niaga,” tuturnya.

Setiap tahunnya, lanjut Mugen Sartoto, dibutuhkan puluhan ribu tenaga terdidik untuk mengisi kekosongan tenaga peayaran. Di Indonesia, dari 8 UPT Kemenhub diantaranya di BP3IP, STIP, Makasar, Aceh, Barombong, dan semarang, setiap tahunnya hanya mencetak sekitar 1.500-2.000 lulusan siap pakai.

“Jumlah itu belum memenuhi kebutuhan internasional maupun dalam negeri yang mencapai sekitar 80 ribu per tahun,” tambahnya. (Bng/era)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda