Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Raya Idul Fitri 1435 H / 2014 M, Cermin & Pelajaran dari Nuansa Ramadhan yang Penuh Beramal, Beribadah & Bersyukur kepada Ilahi Ya ROBBI. Serta menjadi Kodrat Manusia Hakiki, Mengasihi, Menyayangi Kepada Sesama Bukan Sebagai Ajang Pamer Kekayaan Duniawi & Kesombongan." ||

Pulau Giliyang Sumenep Miliki Kadar Oksigen Terbaik Di Dunia

28 Apr 2013 // 11:10 // GAYA HIDUP, HEADLINE, HOBI & PARIWISATA

SURABAYA (Suarakawan.com) - Keindahan alam di Kabupaten Sumenep di Madura terus menyimpan potensi sangat luar biasa yang tidak dimiliki oleh tempat wisata lainnya di Indonesia. Potensi alam tersebut berada di Pulau Giliyang, Kecamatan Raas.

Berdasarkan penelitian saint atmosfer dan iklim oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada 2006 dan Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur pada 2011, pulau itu memiliki kandungan oksigen terbaik di dunia.

Kandungan oksigen yang berada di Desa Benraas dan Bencamara berkisar 3,3 hingga 4,8 persen di atas normal. “Nah, kandungan oksigen yang tinggi inilah yang menyebabkan mayoritas warga di Pulau Giliyang awet muda dan tetap segar bugar, meski usianya mencapai 90 tahun,” ujar Kepala Desa Banra’as, H. Maswadi saat di Pulau Giliyang Sumenep, Minggu (28/04).

Pulau Giliyang dihuni 3.620 kepala keluarga (KK) atau 8.600 jiwa. Mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Banyak di antara mereka yang berumur 50 tahun hingga 75 tahun dengan kondisi tubuh yang sehat. “Di dunia hanya ada dua tempat yang kandungan oksigennya tinggi. Salah satunya Pulau Giliyang,” ujarnya.

Selain keunikan tersebut, keindahan alam juga mempesona. Pemandangan pantai dan kekayaan laut yang dimiliki Pulau Giliyang sangat cocok bagi para pelancong yang memiliki kesukaan diving dan snorkeling,dan juga di pulau ini terdapat 41 gua yang tidak berpenghuni.

“Tidak sulit menjangkau Pulau Giliyang yang terletak di ujung timur Pulau Madura itu. Salah satu pilihannya menggunakan perahu layar motor dari pelabuhan Dungkek. dengan tarif perorang sebesar Rp,5.000, dan menyewa perahu motor Rp. 150.000 pulang Pergi, serta ingin mengelilingi Pulau Giliyang manfaatkan jasa ojek dengan tarif Rp. 30.000 selama 30 menit,”ujarnya.

Maka itu pihaknya sangat senang jika ada upaya Pemerintah Propinsi Jatim maupun Pemkab Sumenep untuk menjadikan wilayah pulau Giliyang menjadi obyej wisata. “Apalagi, di pulau dengan penduduk 8000 jiwa tersebut dianggap sebagai wilayah udara terbersih,” tuturnya.

Selama ini, penduduk setempat mengandalkan penghasilan dari nelayan dengan hasil laut dieksport ke Luar Negeri. “Potensi lautnya sangat luar biasa, oleh karenannya peranan pemerintah dalam mendukung kepulauan untuk menjadi wilayah potensi pariwisata,” ujarnya.

Ahmad Iskandar anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) menjelaskan untuk mencapai Pulau Giliyang dapat ditempuh dengan perjalanan laut dari Pelabuhan Dungkek mengunakan perahu motor. “Waktu tempu minimal 60 menit dari Pelabuhan Sumenep,” terang Iskandar.

Iskandar menyampaikan dalam penelitian LAPAN akhir Juni 2006, ternyata di wilayah kepulauan Gili mempunyai oksigen terbaik di dunia, sehingga sangat tempat wilayah kepulauan sepanjang 8 kilometer tersebut menjadi wisata kesehatan. “Disini udaranya terbersih. Sehingga, Lapan selama 3 bulan melakukan penelitian terkait udara bersih dikepulauan Giliyang,” tuturnya. (aca/era)

Keterangan Foto : Pulau Giliyang Sumenep yang memiliki kader Oksigen Terbaik di Dunia (aca)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda