Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Narkoba Polda Jatim Dipropamkan

11 Apr 2013 // 17:19 // HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

SURABAYA (suarakawan.com) – Merasa di berlakukan tidak prosedural,keluarga tersangka kasus narkoba asal Bangkalan protes atas penangkapan yang dilakukan petugas Polda Jatim.

Penangkapan terhadap Suhariyanto (30) warga Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura pada 25 Maret 2013 lalu. Pria ini ditangkap di rumahnya dengan tuduhan kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu.

“Kami laporkan ke Propam Polda Jatim,karena kami punya beberapa bukti dan saksi bahwa penangkapan itu tidak prosedural. Laporan secara tertulis sudah kita lakukan pada 3 April lalu,” ujar Rusbandi keluarga dari Suhriyanto saat mendatangi Polda Jatim, Kamis (11/04).

Ia menambahkan, selain ke Propam Polda Jatim, pihaknya juga akan melaporkan permasalahan ini ke Kapolri, Komisi III DPR RI, Komnas HAM, Kompolnas, dan Kapolda Jatim..

Menurutnya, penangkapan itu terlihat jelas sebuah jebakan. Sebab, sesaat sebelum penangkapan, Suhariyanto mendapat bungkusan warna hitam yang tidak diketahui isinya. Hanya selang beberapa puluh menit, tiba-tiba ada polisi berpakaian preman yang langsung melakukan penangkapan.

“Waktu itu yang memberikan bungkusan itu adalah Siput, warga Kecamatan Sokobanah. Dan Suhariyanto sama sekali tidak tahu apa isi bungkusan itu. Tahu isinya narkoba setelah ada penangkapan. Dan ironisnya, sampai saat ini Siput tidak ditangkap,” kata Rusbandi.

Rusbandi menambahkan, saat bungkusan itu diberikan, ada saksi yang melihatnya. Yakni Mustofa (34) warga Desa Sokobanah Daya yang sedang berada di rumah Suhriyanto. Juga ada mertua Suhariyanto bernama Hj Nurjanah, yang juga tidak pernah diperiksa sebagai saksi.

“Awalnya, Suhariyanto menolak bungkusan itu karena tidak tahu isinya. Tapi, Siput terus memaksa. Dan setelah di terima, secara tiba-tiba ada polisi datang melakukan penangkapan,” tambah saksi Mustofa.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa, dalam penangkapan ini pihak keluarga juga tidak menerima surat penangkapan. Tahu bahwa Suhriyanto ditahan di Polda Jatim setelah menerima informasi dari tetangganya. Saat keluarga menjenguk ke Polda Jatim pada Sabtu (28/03), terlihat ada sejumlah bekas penganiayaan di tubuh Suhariyanto.

“Suami saya mengeluh sakit karena disiksa. Wajah sebelah kiri, kedua tangan, leher dan punggungnya terdapat luka lebam. Bahkan, suami saya mengaku bahwa sempat diancam akan ditembak jika tidak mengakui bahwa sabu itu miliknya,” ujar Nur Azizah, istri Suhariyanto.

Dengan berbagai data tersebut, pihak keluarga terhadap supaya kasus ini ditindaklanjuti oleh Propam serta petugas yang melakukan penangkapan tidak prosedural itu segera diberi sangsi.

Semenatara itu, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jatim AKBP Suhartoyo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa permasalahan tersebut masih diproses di Propam.

“Monggo saja, masyarakat yang tidak puas bisa melapor. Semua akan di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk membuktikan kebenarannya,” kata AKBP Suhartoyo.(Wis/jto)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda