Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Gerindra Jatim Kekurangan Caleg Perempuan

17 Mar 2013 // 15:30 // PILEG, POLITIK & PEMERINTAHAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Partai Gerindra Jatim masih kekurangan kader perempuan yang akan menjadi calon legislatif (caleg).

Dari persyaratan kuota 30 persen caleg perempuan, Gerindra Jatim baru memiliki 25 persen.

“Kuota perempuan kita baru 25 persen, jadi masih kurang. Saat ini, kita terus mengejar kekurangan itu,” kata Ketua Pengurus Daerah (PD) Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Karlina kepada wartawan usai pelantikan PD PIRA Jatim di Gramedia Expo Jatim, Surabaya, Minggu (17/03).

Menurutnya, banyak kendala mencari caleg perempuan. Dari berbagai kendala yang dihadapi, ijin suami yang sering menjadi hambatan. “Ada juga kader yang mau dan menolak dicalegkan,” tandasnya.

Jika kuota 30 persen terpenuhi, pihaknya mentargetkan 30 persen meraih kursi DPR RI. “Ada 91 kursi DPR RI yang diperebutkan. Kita mentargetkan 30 persennya,” ujarnya.

Untuk dapat terpilih menjadi anggota legislatif, PIRA siap membantu para caleg perempuan dengan berbagai pembekalan. Sebab, mereka harus tahu betul aturan Pemilu.

“Bacaleg, harus tahu aturan pemilu, Bagaimana kampanye yag baik. Kita undang pakar-pakarnya untuk memberikan pembekalan,” jelasnya.

Pihaknya welcome jika ada kader perempuan dari PKNU dan ormas sayap Greindra yang mau dicalonkan sebagai caleg. “Silahkan saja, asal mereka punya kemampuan dan kualitas,” ucapnya.

Ditempat sama, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno tidak sependapat bila partainya kekurangan caleg perempuan. Bahkan, caleg perempuan Gerindra melebihi kuota. Hanya saja, tak semua bisa diusung sebagai caleg.

“Banyak yang ingin terjun ke dunia politik. Tapi kita garus selektif untuk memilih caleg. Caleg Gerindra harus elektabilitas tinggi, punya jiwa kepemimpinan dan kemauan untuk berjuang,” tuturnya. (Bng/era)

Keterangan foto: Karlina memberikan keterangan pers terkait caleg perempuan Gerindra yang belum memenuhi kuota 30 persen. (Bng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda