Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 11 September 2014 Awal Tonggak Sejarah Informasi yang Cepat & Kawah Candra Dimuka Pentingnya Informasi & Berita Secara Terus Menerus yang Sangat Berarti Buat Rakyat & Negara Indonesia dalam Membangun Ilmu Pengetahuan, Wawasan serta Kecerdasan Bangsa." ||

Gus Ipul Akui Kegiatan Pramuka Kurang Greget

13 Mar 2013 // 16:52 // PENDIDIKAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim meminta seluruh Kepala Daerah dan pimpinan Pramuka di Jatim untuk berpikir policy yang pro Pramuka. Ini menyusul kurang gregetnya kegiatan Pramuka di sekolah-sekolah. Kegiatan Kepramukaan dianggap sudah kuno dan kurang keren di kalangan remaja dan pelajar.

“Ini problem dan menjadi pekerjaan rumah kita. Tapi, sekarang sudah dimulai. Kita minta Bupati/Walikota untuk membuat policy tentang kegiatan Pramuka,” kata Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada wartawan Rapat Koordinasi Tahunan Pramuka Jatim di RM Agis, Surabaya, Rabu (13/03).

Gus Ipul berharap kegiatan Pramuka akan menjadi instrumen untuk pendidikan karakter bangsa. Sasarannya adalah kelas 2 baik kelas untuk jenjang SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK. Pramuka akan dijadikan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib. “Misalnya, kelas 2 diwajibkan dua tiga hari kegiatan Pramuka. Disitu dibuatkan modul, singkat, mudah, sederhana tapi mengena,” ujarnya.

Karenanya, Pemprov Jatim berencana mewajibkan para siswa di sekolah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Kepramukaan. Kebijakan tersebut akan dibuat menyusul mulai ditinggalkan kegiatan kepanduan yang sangat bermanfaat bagi peningkatan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam membentuk watak dan karakter sikap disiplin, mandiri, dan kreatif bagi generasi muda. “Kelas II dipilih karena waktunya lebih longgar. Kita berharap pada tahun ajaran baru nanti, kebijakan tersebut sudah mulai diberlakukan,” tandasnya.

Saat ini, tim dari Kwarda Gerakan Pramuka Jatim dan Dinas Pendidikan Jatim, telah menggodok modul dan materi Kepramukaan yang singkat dan mudah dipahami oleh para siswa. “Setelah modul jadi, Pemprov juga akan mengirimkan surat kepada Bupati/Wali Kota agar membuat kegiatan yang pro Pramuka,” kata Wakil Gubernur Jatim ini.

Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim AR Purmadi menambahkan, anggota Pramuka adalah mereka yang berada berusia antara 7-25 tahun. Sehingga rencana Pemprov mewajibkan siswa kelas II mulai SMP sampai SMA mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka adalah langkah maju yang harus didukung. “Dengan begitu, Pramuka tidak lagi dianggap kuno,” katanya.

Khusus siswa SD, tidak dimasukkan dalam rencana program tersebut, karena siswa SD sudah masuk Pra Siaga yang pembinaan dilakukan secara khusus. “Mengapa Pra Siaga ini sangat penting, karena usia emas untuk membina karakter seseorang ada di rentang usia 2-8 tahun,” imbuh Purmadi. (Bng)

Keterangan foto: Gus Ipul memberikan penjelasan terkait Kepramukaan yang mulai kurang greget di Jatim. (Bng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda