Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Brigita Manohara TV One: HP Tidak Boleh Mati!

16 Jan 2013 // 07:01 // BROADCAST, GAYA HIDUP

JAKARTA (suarakawan.com) – Memang, untuk bisa menjadi presenter televisi, kita harus punya modal penampilan fisik yang menarik dan cerdas. Modal inilah yang diusung Brigita Manohara, hingga akhirnya sukses menjadi presenter televisi TV One Jakarta.

Tidak hanya menjabat sebagai  presenter televisi, perempuan kelahiran Jakarta, 2 Nov 1985 ini juga dipercaya memegang jabatan Asisten Produser.

“Asisten produser itu jenjang karir setelah reporter,” ungkap wanita yang punya hobi nongkrong, nonton film, keliling mal, dan berenang.

Berawal dari kesukaannya mencari berita, Mahonara menekuni profesi ini. Berbagai kalangan manusia pun, dikenalnya mulai dari tukang becak hingga pejabat. Menjadi reporter maka harus stand by 24 jam.

“Liputan itu sepanjang hari. HP  enggak boleh mati karena kita enggak tau kapan sebuah peristiwa terjadi. Janjian sama pacar pun bisa dibatalkan kalau ada tugas liputan,” kata wanita yang telah merampungkan kuliahnya dari ITS jurusan arsitektur.

Sedangkan menurut Manohara, menjadi presenter berita berarti dipaksa ikut mikir menganalisa dan cari informasi yang menggunakan  otak.  Baginya, presenter berita lebih punya nilai.

“Enaknya, kita mendapat banyak kemudahan misal mau minta rekom kuliah mau bikin SIM dan sebagainya,” lanjut perempuan yang saat ini sudah meraih gelar S2 di sebuah universitas  jurusan komunikasi. (era)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda