Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Anev Mabes, Polda Jatim Rangking 1 Penyelesaian Perkara Kasus Korupsi

27 Dec 2012 // 15:24 // HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS

SURABAYA (suarakawan.com) – Korupsi adalah salah satu penyakit kriminalitas bangsa Indonesia.Sehingga wajar jika komponen instansi penegak hukum juga memberikan atensi pada kasus korupsi.

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi Mabes Polri terkait dengan kinerja jajaran Polda se-Indonesia dalam bidang penyelesaian perkara kasus tindak pidana korupsi, jajaran Polda Jatim masih menempati peringkat pertama di banding beberapa Polda lainnya.

Berdasarkan hasil analisa Bareskrim Mabes Polri tercatat, bahwa Polda Jatim berada di peringkat pertama untuk penyelesaian kasus korupsi pada tahun 2012, dengan sebanyak 68 perkara. Peringkat kedua adalah Polda Sumut 64 perkara, dan peringkat ke tiga Polda Papua 61 perkara.

“Ya betul, Polda Jatim mampu memenuhi target penyelesaian kasus korupsi dari Mabes Polri. Target yang diberikan adalah menyelesaikan 67 kasus korupsi untuk tahun 2012. Namun, Subdit Tipikor Polda Jatim dan jajaran mampu menyelesaikan 68 kasus,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib, Kamis (27/12).

Menurut mantan Kapoltabes Banjarmasin ini, parameter dan tolak ukur dari penilaian mabes Polri ini adalah kasus – kasus korupsi yang sudah diselesaikan atau sudah di limpahkan Kejaksaan dengan status P-21, jadi tidak hanya sebatas laporan saja.

Sementara itu menurut Kasubdit Tipikor Polda Jatim AKBP Edwan Syaiful mengatakan, selain penyelesaian kasus perkara korupsi, untuk tahun 2012 tercatat untuk laporan informasi yang sudah di buat berdasarkan hasil penyelidikan sebanyak 163 perkara, dari 163 perkara itu, meningkat ke proses penyidikan( Laporan Polisi) sebanyak 104 perkara .

“Jadi setiap laporan informasi yang sudah masuk kita lakukan penyelidikan, setelah bukti dan keterangan di rasa cukup maka kita tingkatkan menjadi penyidikan,” ujar AKBP Edwan Syaiful.

Alumni Akpol’95 ini menambahkan, dari 104 perkara tersebut, yang sudah ditingkatkan ke tahap I (berkas perkara di limpahkan ke JPU) sebanyak 94 perkara, dan 64 perkara diantaranya sudah dinyatakan P-21, sedangkan 4 perkara lainnya dinyatakan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

“Dibanding tahun 2011,untuk penyelesaian perkara meningkat 29 persen. Tahun 2011 tercatat 64 perkara,” ujarnya.

Diantara kasus korupsi yang menonjol yang sudah di nyatakan P-21 adalah,kasus korupsi Bank Jatim HR Muhammad sebesar,52 M tahun 2012 dan kasus korupsi

KPBC (Kantor Pelayanan Bea Cukai) Pasuruan, terkait pengadaan tanah untuk rumah dinas senilai rumdin Rp1,5 M pada tahun 2007.

Terkait dengan jumlah kasus yang belum terselesaikan atau tertunggak, berdasarkan data di Subdit Tipikor Polda Jatim tercatat sejumlah 35 kasus, untuk periode tahun 2005-2012, dari 104 LP, dapat terselesaikan 68 perkara.

“Perkara korupsi itu ada mekanisme dan prosedurnya, sehingga kadang memerlukan waktu yang cukup lama. Misalkan, untuk menunggu hasil audit guna mengetahui kerugian negara atau berkas perkara yang masih berstatus P-19. Prinsipnya kita akan tuntaskan semua,tetapi perlu waktu,” ujar AKBP Edwan Syaipul.

Dengan pencapaian ini, maka Polda Jatim bakal menerima penghargaan kembali dari Mabes Polri,sebagai Polda terbaik dalam penyelesaian perkara korupsi.Penghargaan seperti ini juga mampu di sabet oleh Polda Jatim pada tahun 2010 dan 2011.(Wis/jto)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda