Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Khofifah dan Gus Ipul Maju Untungkan Pakde Karwo

23 Dec 2012 // 18:04 // PILGUB JATIM

SURABAYA (suarakawan.com) – Upaya mendorong Khofifah Indar parawansa dan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jatim 2013, bukannya mendukung keduanya. Yang diuntungkan adalah Cagub incumben Soekarwo (Pakde Karwo).

“Kalau Khofifah dan Gus Ipul maju, maka suara NU akan pecah. Ini menguntungkan Pakde Karwo,” kata mantansatu anggota Dewan Suro DPP PKB, Lili Wahid kepada wartawan di Surabaya, Minggu (23/12).

Lili Wahid menilai ada pihak yang sengaja menggosok Khofifah dan Gus Ipul untuk mencalonkan diri dalam Pilgub Jatim 2013. Mereka adalah investor yang punya kepentingan jika salah satu diantara Cagub itu terpilih menjadi gubernur.

Siapa investor itu, Lily enggan menyebutkan namanya. Yang jelas, jika kedua tokoh NU itu maju maka suara warga nahdliyin terpecah. Kondisi inilah yang diinginkan Pakde Karwo yang sekarang masih menjabat Gubernur Jatim.

Sebaliknya, jika suara NU solid, akan dapat mengakhiri perlawanan Pakde Karwo. Nampaknya, kondisi ini sudah dibaca oleh Pakde Karwo. Dia tahu persis kondisi ditubuh NU, karena suudah lima tahun memimpin Jatum.

“Karena tahu persis kondisinya. Pakde Karwo bisa mempermainkan NU melalui strategi politiknya. NU sekarang menari digendanya orang lain. Yang satu masuk ke irama dangdut. Satunya lagi masuk jazz. Suara pecah NU diharapkan lari ke Pakde Karwo,” jelasnya.

Bagaimana jika keduanya maju, adik kandung mantan Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid ini menyerahkan sepenuhnya kepada warga NU. Warga nadhliyin harus jeli melihat kondisi itu untuk memilih pemimpin yang baik di Jatim.

“Saya tidak punua calon. Tetapi, jika Khofifah memamaki bendera Muslimat sebagai komoditinya, saya kira lebih baik Gus Ipul. Meski Gus Ipul pernah menjadi ketua Ansor, sekarang yang pegang kendali Nusron Wahid karena dia ketua umumny,” ungkap anggota DPR RI ini. (Bng/jto)

Keterangan foto: Lili Wahid, mantan anggota Dewan Syuro DPP PKB. (Bng)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda