Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || 21 April 2014 Merupakan Hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.||

Warga NU Gresik Geram Beredarnya LKS Pelecehan Gus Dur

11 Dec 2012 // 10:28 // HEADLINE, POLITIK, POLITIK & PEMERINTAHAN

GRESIK (suarakawan.com) - Warga Nahdiyin di Kabupaten Gresik Jawa Timur geram. Mereka marah setelah mengetahui beredarnya Lembar Kerja Siswa (LKS) SMA dan Madrasah Aliyah (MA) yang menyebut Gus Dur (KH Abdurahman Wahid) dilengserkan dari kursi presiden karena skandal Brunaigate dan Buloggate di sekolah-sekolah Kabupaten Gresik.

Mereka menganggap, beredarnya LKS SMA dan MA di Kabupaten Gresik tersebut merupakan bentuk pelecehan atas tokoh panutannya.

Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Gresik, Agus Junaedi, Selasa (11/12)  mengatakan, beredarnya LKS  yang jelas-jelas melecehkan Presiden RI ke empat tersebut membuat geram dan marah warga Nahdliyin.

“Kami meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik segera mencabut LKS mata pelajaran Sejarah itu dari peredaran. Jika tidak, maka kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum,” katanya.

Dikatakan Agus Junaedi, di dalam lembaran LKS terbitan CV Hayati Tumbuh Subur Surakarta tersebut, terdapat pertanyaan tentang tuduhan bahwa Gus Dur terlibat skandal korupsi seperti apa yang sempat dilontarkan Sutan Bhatoegana beberapa waktu lalu.

“Tuduhan bahwa Gus Dur terlibat skandal Brunaigate dan Buloggate itu, terdapat di halaman 35 pada LKS terbitan sebuah percetakan di Jalan Majapahit III/74 Nayu Barat, Nusukan, Surakarta, Jawa Tengah,” jelasnya.

Lantaran melecehkan mantan Presiden RI keempat, GP Ansor Kab Gersik meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk segera mencabut LKS Sejarah itu dari peredaran. Jika tidak segera dicabut, maka GP Ansor mengancam akan meluruk kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang beralamat di Jl Arif Rahman Hakim.

Senada dengan Agus Junaedi, Siti Zubaidah, Guru Sejarah dan Aswaja di MA Al Ibrohimi Kecamatan Manyar mengaku kesal dengan keberadaan LKS tersebut. Menurutnya, isi materi di dalamnya terlalu menyudutkan Gus Dur dan terkesan di Politisasi sehingga tidak mendidik.

“Kalimat tuduhan terhadap Gus Dur di lembar LKS Sejarah ini, diulangi lagi pada soal tanya jawab di halaman 40, tepatnya pada soal nomor 9 dan 15,” jelas Zubaidah.

Pada soal multiple choice pada LKS yang diperuntukkan pelajar SMA dan MA kelas XII itu berbunyi: “Kasus korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu? Kemudian di bawahnya terdapat pilihan jawaban di antaranya, Pertaminagate, Buloggate, Pelnigate, Garudagate dan Presidentgate,” ucap Guru lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya itu sembari membolak balikkan lembar LKS. (Ika/era)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda