Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Sebagian Besar Unit Kapal Tanker Pertamina Uzur

14 Nov 2012 // 17:40 // EKONOMI, KORPORAT

SURABAYA (suarakawan.com) - Untuk melayani suply bahan bakar minyak (BBM) ke seluruh pelosok tanah air, PT Pertamina mengoperasikan sebanyak 165 unit kapal tanker. “165 unit kapal tanker untuk memasok BBM ini tipenya beragam. Ada yang berukuran besar dan kecil.” Terang Senior Vice President PT Pertamina, M Yudi.

Menurutnya, dari total 165 unit kapal tanker yang dioperasikan tersebut tidak semuanya milik PT Pertamina. “Cuma 28% saja yang milik Pertamina,” ucapnya.

Persoalannya, lanjut Yudi, sebagian besar unit kapal tanker yang dioperasikan untuk memasok BBM ini sudah uzur. “Dalam artian usianya sudah di atas 20 tahun,” katanya, sembari menambahkan sudah tidak layak lagi untuk berlayar. “Dalam waktu dekat akan kami lakukan peremajaan untuk kapal-kapal tanker yang sudah tua itu,” imbuhnya.

Tahun ini, PT Pertamina memesan tiga kapal tanker baru berukuran besar, 6500 LTDW kepada PT DPS. Dua di antaranya sudah rampung, salah satunya, diberi nama MT Kakap, diserahterimakan kemarin. “Satu lagi yang sudah diserahterimakan adalah MT Kamojang pada tahun lalu,” tandasnya.

Tinggal satu kapal lagi yang masih dalam proses pembuatan di PT DPS, yaitu MT Kasim. Yudi berharap PT DPS segera menyelesaikan MT Kasim. “Mengingat kami sangat butuh sekali kapal tanker untuk suply BBM karena sebagian besar kapal tanker kami usianya sudah tua,” katanya.

Menurut Dirut PT DPS, Tjahyono Roesdianto, MT Kasim diprediksi baru bisa diserahterimakan pada awal tahun depan. “PT Pertamina sejak tahun 1996 telah mempercayakan pembangunan tanker-tankernya kepada kami. Tanker sebelumnya adalah MT Ketaling, Klasogun, Katomas, Plaju dan Kamojang, yang semuanya berbobot 6500 LTDW,” jelasnya. (sk/jto)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda