Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Semarak HUT RI yang ke 69 untuk Mewujudkan Cita-cita Pendiri Republik Indonesia Sesungguhnya untuk Memajukan Negara serta Rakyat Indonesia Sejahtera & Makmur BUKAN Menggerogoti aset-aset Negara & menjadi Koruptor-koruptor Negara" ||

Kemenag ‘Lepas Tangan’ Kasus Pemalsuan Paspor CJH Mojokerto

18 Oct 2012 // 11:49 // HAJI, KERAGAMAN

SURABAYA (suarakawan.com) – Kasus dugaan pemalsuan paspor calon jamaah haji asal Mojokerto tidak direspon oleh Kementerian Agama Kanwil Jatim, lantaran dianggap bukan kesalahan Kemenag Mojokerto. Kemenag menduga ada mafia paspor dan menyerahkan sepenuhnya ke hukum.

“Mencuatnya paspor palsu yang hendak digunakan oleh 36 calon jamaah haji asal Mojokerto merupakan kejadian kedua kalinya,” Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Sudjak di Surabaya, Kamis (18/10).

Menurutnya, pemalsuan tersebut terbongkar ketika Kemenag Mojokerto mencocokkan indentitas yang ada di Siskohat dengan identitas paspor calon jamaah. Dalam paspor tersebut foto calon jamaah tidak cocok di data Siskohat. KE -36 calon jamaah tersebut di bawah naungan Yayasan Ahmadinah Mojokerto. Yayasan Ahmadinah ini bukan merupakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang resmi.

“Pemalsuan identitas paspor tersebut memanfaatkan data di Siskohat, yakni calon jamaah yang batal berangkat yang dikarenakan meninggal dunia, sakit keras, dan tidak memenuhi pelmasuan,” ujarnya.

Kemenag tidak bertanggung jawab atas korban penipuan paspor, dan calon jamaah tetap tidak bisa berangkat meskipun telah melunasinya. Kemenag menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Kemenag meminta kepada masyarakat yang hendak menuaikan ibadah haji, agar mendaftarnya melalui Kementerian Agama terkait, dan bersikap hati-hati dengan yayasan, atau KBIH yang bisa memperlancar proses pendaftaran haji. (aca/era)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda