Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || "Hari Raya Idul Fitri 1435 H / 2014 M, Cermin & Pelajaran dari Nuansa Ramadhan yang Penuh Beramal, Beribadah & Bersyukur kepada Ilahi Ya ROBBI. Serta menjadi Kodrat Manusia Hakiki, Mengasihi, Menyayangi Kepada Sesama Bukan Sebagai Ajang Pamer Kekayaan Duniawi & Kesombongan." ||

Inilah! Duo Kakek Togel

17 Oct 2012 // 17:41 // HUKUM, HUKUM & KRIMINALITAS, KRIMINALITAS

SURABAYA (suarakawan.com) – Duo kakek ditangkap anggota Polrestabes Surabaya. Sekaligus barang bukti rekapan togel dan uang tunai.

Dua kakek yang terjerat judi togel itu adalah Liem Liong, warga Jalan Panduk 2, dan Yaptula warga Pasar Besar Surabaya.

“Saya ini sudah tua nggak kuat bekerja lagi. Tidak ada uang tambahan. Jadinya ya seperti ini. Jadi pengepul,” ujar Yaptula.

Sementara Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti, menjelaskan penangkapan berawal dari Yaptula yang mengecer togel. Yaptula ditangkap di sekitar rumahnya dengan barang bukti berupa uang tunai Rp200 ribu, 4 handphone, dan 1 buah ATM BCA yang bisa dipakai untuk transaksi bisnis togelnya.

“Nah, usai dari penangkapan pengecer, pihak kepolisian dari Unit Jatanum Subnit VC (vice control) Polrestabes melakukan pengembangan,” kata Suparti.

Dari Yaptula akhirnya petugas berhasil mengamankan pengepul togel yang bernama Liem Liong, di Jalan Bratang Binangun, tepatnya di kamar kos-kosannya.

Untuk pengepul polisi mengamankan barang bukti berupa, 1 lembar totalan nomer judi togel, 1 lembar totalan jumlah penombok togel, 1 buah bolpoint, 2 ATM BCA yang dipakai untuk menyetor dan penarikan dari bandar, 2 buku tabungan BCA, 23 buah handphone, 15 slip hasil setoran bank BCA dan yang tunai senilai Rp 84 ribu.

Dari penggakuan kedua tersangka, mereka baru menjalankan bisnis togel baru 1 tahun. Karena penhasilan yang diperoleh dari togel bisa dipagai untuk penghasilan tetap.

Kini dua tersangka dijerat dalam tidak pidana Perjudian jenis togel, sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 KUHP dan Undang-undang RI nomor 7 tahun 1974, tentang penertipan perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Bs/jto)

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda